Pemilu 2014 Akan Pengaruhi Harga Properti

Big Banner
Tidak seperti banyak negara asia, ekonomi Indonesia sebagian besar didukung oleh permintaan domestik dari pada ekspor. Properti di Jakarta menunjukkan lonjakan sebesar 38% pada harga pasar perumahan mewah tahun 2012. Apartemen di Central Business District (CBD) dalam permintaan tinggi karena populasi penduduk di metropolitan mencapai 12 juta. 
 
Secara umum harga properti di Indonesia masih lebih rendah daripada di Malaysia dan seperdelapannya harga properti di Singapura.
 
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Iproperty pada 3 Juni-2 Juli 2013 dengan metode responden survei diberikan tautan untuk mengumpulkan informasi spesifik melalui serangkaian pertanyaan, menyebut, 51% responden merasa bahwa pemilu 2014 mendatang akan berpengaruh kepada pasar properti. 
 
“Tidak seperti negara-negara lain, kepemilikan properti asing di Indonesia masih sulit dan menarik untuk dicatat bahwa 58% responden tidak ingin pemerintah mengizinkan orang asing untuk membeli apartemen/kondominium di Indonesia. Mereka bisa khawatir bahwa permintaan dari orang asing aka meningkan harga properti di Indonesia,” ujar Chief Executif Officer iProperty, Shaun di Gregorio, (20/8) di Jakarta.
 
Dia menjelaskan, di Hongkong hanya 10% merasa perlu untuk membeli properti di luar negeri. Dari mereka ini, Asia Tenggara adalah pilihan yang lebih disukai. Responden yang memilih kawasan asia tenggara (termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia) naik hingga 39%, meningkat dari 35% pada survei terakhir. Tingkat dukungan untuk peluang berinvestasi di Inggris (25%) dan Australia (24%) pun tetap tinggi.
 

rumahku.com