Rupiah Melemah, Pasar Properti Masih Aman!

Big Banner
Kondisi melemahnya nilai tukar rupiah sepertinya belum mampu menggoyang pasar properti. Deputi Pengembangan Kawasan Kementerian Perumahan Rakyat, Agus Sumargiarto mengatakan, lemahnya rupiah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak akan berpengaruh. Menurutnya para pengembang jauh-jauh hari pasti telah memiliki stok bahan material bangunan yang bisa digunakan sembari menunggu turunnya nilai dollar. 
 
“Penguatan dolar terhadap rupiah tidak akan berlangsung terlalu lama. “Kalau bicara pasar uang jangan-jangan kita hanya jual-beli uang saja. Walaupun kita lihat (pergerakan) dolar ini sudah di atas Rp10 ribu. Tapi kan setidak-tidaknya itu (mungkin) tidak terlalu lama,” ujarnya.
 
Sementara itu Kepala riset Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus juga beranggapan buruknya kinerja Rupiah tidak akan mengganggu sektor properti secara langsung.
 
“Properti semua segmen masih memperlihatkan pertumbuhan positif. Terutama perkantoran sewa di CBD Jakarta yang pada dua kuartal pertama 2013, mengalami akselerasi permintaan dan harga lebih cepat ketimbang periode yang sama tahun lalu. Semester kedua ini akan tumbuh 20 persen,” ujar Anton.
 
Diketahui mata uang rupiah pada hari ini (Jumat, 23/8) kembali bergerak melemah sebesar 175 poin menjadi Rp 11.035 dibanding sebelumnya di posisi Rp 10.860 per dolar AS. 
 

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me