Penjualan Rumah Komersial di Solo Melambat

Big Banner

SURAKARTA–Penjualan rumah komersial di Surakarta pada September-Oktober ini melambat. Salah seorang pengusaha properti Adjie Atmodiwiryo mengatakan ada penurunan penjualan sekitar 10 persen. “Saya lihat daya beli masyarakat agak turun,” katanya kepada wartawan, Sabtu, 13 Oktober 2012.

Dia menduga turunnya daya beli masyarakat akibat pengenaan kewajiban uang muka minimal 30 persen untuk pembelian rumah komersial. Kebijakan itu membuat masyarakat memilih menunda membeli rumah baru untuk mengumpulkan uang. Menurutnya calon pembeli keberatan dengan tingginya uang muka. “Misal harga rumah Rp 200 juta, berarti harus sedia Rp 60 juta untuk uang muka,” ujarnya.

Dia memperkirakan lesunya penjualan rumah komersial akan terus terjadi hingga akhir tahun. Masyarakat masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan uang muka minimal 30 persen. “Saya berharap awal tahun baru nanti sudah kembali normal,” katanya.

Pengusaha properti lainnya, Lukas Sawlasana mengatakan akan meminta Real Estate Indonesia (REI) Pusat agar melakukan negosiasi ulang dengan pemerintah agar kebijakan uang muka 30 persen dibatalkan. Karena terbukti membuat industri properti melambat.

“Penerapan uang muka 30 persen berdampak negatif ke penjualan rumah komersial,” ujarnya. Dia berharap ada solusi agar masyarakat bisa membeli rumah komersial dengan uang muka yang lebih rendah.

Ketua REI Surakarta Yulianto Wibowo Kusumo justru menilai penerapan uang muka 30 persen tidak ada pengaruhnya sama sekali. Sebab selama ini pembeli rumah komersial adalah masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas, yang cenderung tidak bermasalah dengan uang muka tinggi.

“Saya lihat tidak ada pengaruhnya. Jika dikatakan penjualan rumah komersial pada Oktober sepi, lebih disebabkan tren,” katanya. Menurutnya penjualan rumah komersial turun pada Maret dan Oktober karena usai liburan.

Masyarakat biasanya menghabiskan cukup banyak uang untuk berlibur, sehingga tidak ada anggaran membeli rumah. Namun memasuki November hingga Februari, dia berkeyakinan penjualan rumah komersial kembali bangkit.

UKKY PRIMARTANTYO

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me