Pajak Sektor Properti Belum Optimal

Big Banner

Pertumbuhan penerimaan pajak sektor properti yang tercatat paling tinggi per 16 Desember 2014 yakni 28 persen di banding tahun 2012, ternyata masih dinilai belum maksimal.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Fuad Rahmany mengungkapkan, penerimaan pajak sektor properti awalnya diharapkan dia lebih dari posisi perolehannya saat ini. Walaupun memang, tuturnya, pertumbuhannya dibanding tahun lalu tercatat paling tinggi dari semua sektor.

“Harus diakui, penerimaan pajak properti memang kurang optimal. Kita juga baru mulai telat ya tahun ini,” tutur Fuad di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, keadaan tersebut disebabkan oleh belum optimalnya kinerja jajarannya di lapangan. “Baik di dalam maupun di lapangan belum optimal. Mereka belum diasah. Atau memang ada yang bagus tapi kurang dalam metode pemeriksaannya,” katanya seperti dilansir Okezone.

Fuad mengaku dirinya memulihi hitungan kasar terkait penerimaan di sektor tersebut. Dan, lanjutnya, angka realisasi hari ini belum mencapai angka tersebut. “Saya punya hitung-hitungan kasar lah mengenai itu. Itu sekitar Rp60an triliun. Sementara yang yang sekarang berapa, saya lupa. Sekitar Rp 50an triliun,” urainya.

Sebelumnya, Fuad pernah mengungkapkan bahwa memang besaran penerimaan pajak sektor properti tidak begitu besar. Namun, di tengah pertumbuhan sektornya yang melambat, penerimaan pajak yang besar merupakan prestasi tersenditi.

“Pertumbuhannya itu melemah lho. Tapi penerimaanya palung tinggi sampai akhir tahun ini,” tuturnya. (as)  

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me