Rencana Kenaikan NJOP

Big Banner

Rencana kenaikan nilai jual objek pajak (NJOP) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai akan berpotensi mendorong kenaikan harga jual tanah dan properti di Jakarta. Meskipun harga tanah dan properti naik, hal tersebut tidak akan mengurangi tingkat permintaan properti di Jakarta. Hal itu dikarenakan masih banyaknya permintaan dari pada ketersediaan lahan.

Kepala Riset Jones Lang LaSalle Anton Sitorus mengatakan kenaikan NJOP tersebut dipicu oleh adanya persepsi yang keliru. NJOP selalu berada di bawah harga pasar. Dengan naiknya NJOP mendekati harga pasar, harga tanah dan properti akan kembali naik melebihi kenaikan tersebut.

“Persepsi masyarakat salah dan sudah menjadi kebiasaan. NJOP selalu di bawah harga pasar tanah dan properti,” katanya di Jakarta, Kamis (23/1). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikabarkan akan menaikkan NJOP rata-rata di tiap kecamatan berkisar 120%-240%. Kebijakan Kenaikan NJOP tersebut akan di terapkan pada tahun ini.

Meskipun begitu, ia mengatakan kenaikan tersebut tidak akan mengurangi tingkat permintaan properti di Jakarta karena faktor keterbatasan lahan dan kebutuhan yang masih tinggi, “kalau butuh rumah, pasti beli juga. Lahan juga terbatas,” sebutnya.

Sebagai contoh, NJOP di Jl MH Thamrin naik hampir 100% dari sekitar Rp33 juta/m2 menjadi Rp65 juta/m2. Kemudian di Jl Gatot Subroto dari Rp28 juta/m2menjadi Rp59 juta/m2, dan di Jl Rasuna Said dari Rp27 juta/m2 menjadi Rp41 juta/m2.

 

sumber : berbagai sumber
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me