IPW: Banyak Calo Penyaluran Dana PSU

Big Banner
Penyaluran dana PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas) oleh Kemenpera untuk membantu pembangunan prasarana bagi perumahan menengah bawah, sampai saat ini masih dirasakan belum efektif.
 
Awalnya dana sebesar Rp. 4,2 juta per satu rumah ini diharapkan menjadi stimulus bagi pengembang untuk membangun rumah murah. Sehingga harga rumah dapat ditekan. Namun dalam kenyataannya, sampai saat ini dana tersebut tidak terbukti untuk menekan harga rumah.
 
“Dalam riset mendalam yang dilakukan Indonesia Property Watch terjadi beberapa penyelewengan di lapangan, mulai dari spesifikasi bahan bangunan yang dikurangi sampai adanya praktek calo dalam penyaluran dana tersebut. Besarnya dapat mencapai 30% yang terbagi mulai dari alasan biaya adminsitrasi, biaya survei, sampai komisi,” kata Direktur IPW, Ali Tranghanda seperti dikutip dalam laman resmi IPW, (12/3).
 
Sementara itu, lanjut Ali, Kementerian Perumahan Rakyat pun membantah hal tersebut. Namun diakui atau tidak praktek tersebut terus terjadi. 
 
“Pengembang hanya mendapatkan dana tersebut sebesar 70%. Pengawasan yang dilakukan oleh Kemenpera pun tidak optimal,” ujarnya.
 
Tanpa mau mempermasalahkan dan menyalahkan salah satu pihak, akan lebih baik bila dana tersebut dialihkan untuk anggaran yang lain, bantuan uang muka misalnya. Indonesia Property Watch selalu menyuarakan untuk dikonversinya anggaran tersebut menjadi bantuan uang muka yang pencairnya langsung ke konsumen melalui sistem perbankan. 
 
“Artinya konsumen yang membeli rumah murah akan langsung memperoleh bantuan uang muka Rp. 4,2 juta, langsung diterima ketika konsumen melakukan akad kredit ke bank pelaksana program subsidi FLPP,” jelas Ali. 
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me