Tahun 2013 Jababeka Raih Pendapatan Rp 2,7 Triliun

Big Banner
PT Jababeka Tbk (KIJA), melalui anak perusahaan PT Bekasi Power (BP), telah mengoperasikan pembangkit listrik berkapasitas 130 MW secara komersil sejak Januari 2013. Pembangkit yang sangat dinantikan ini ternyata berkontribusi secara signifikan dalam mengangkat pendapatan Perseroan menjadi Rp 2,7 triliun pada tahun 2013, hampir dua kali lipat dari pendapatan tahun sebelumnya.
 
Dalam keterbukaan informasi perusahaan yang diterima Rumahku.com, Sabtu (29/3), Jasa layanan yang berhubungan dengan infrastruktur menyumbang pendapatan berulang (recurring revenue) sebesar Rp 1.336 miliar atau 49% dari total pendapatan Perseroan, dibandingkan tahun 2012 yang hanya 16%. Sektor ini menghasilkan pendapatan yang stabil, sebagian besar dalam mata uang Dollar AS, yang berasal dari pembangkit listrik sebesar Rp 1.062 miliar, jasa layanan infrastruktur sebesar Rp 213 miliar, dan dry port sebesar Rp 62 miliar. 
 
Penjualan real estate/land development menyumbang Rp 1.329 miliar, atau mewakili 48% dari total pendapatan, yang masih didominasi oleh sektor industri sebesar Rp 1.081 miliar, yang berasal dari penjualan tanah matang dan tanah dan bangunan pabrik standar  (standard factory building). 
 
Sementara itu, sektor perumahan dan komersial membukukan pendapatan sebesar Rp 174 miliar, yang berasal dari penjualan tanah dan rumah, ruang perkantoran dan rumah toko/ruko, menunjukkan kenaikan 83% dari tahun lalu.
 
Pilar Perseroan di bidang leisure and hospitality memberikan kontribusi sebesar Rp 74 miliar, atau 3% dari total pendapatan. Laba bersih turun 71%. Penurunan drastis laba bersih menjadi Rp 110 miliar pada tahun 2013 dibandingkan Rp 380 miliar pada tahun 2012. Hal ini utamanya terjadi akibat melemahnya mata uang rupiah terhadap Dollar AS yang mengakibatkan naiknya pengeluaran untuk pembayaran bunga dan kerugian nilai tukar secara agregat mencapai Rp 450 miliar.
 
Sales backlog – penjualan secara pemasaran (marketing sales) yang belum diakui sebagai penjualan menurut akuntansi (accounting sales) sebesar Rp 1,3 triliun, merupakan dasar/potensi sebagai pendapatan (acounting sales) real estate pada tahun 2014. 
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me