Pusat Perdagangan Kosong Harus Lebih Inovatif

Big Banner

Terkait pada pemberitaan sebelumnya perihal ratusan ribu kios kosong di berbagai pusat perdagangan di Jakarta, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina, Selasa (22/4) mengatakan sepinya pusat perbelanjaan dan pasar modern di Jakarta disebabkan oleh berbagai hal yang berbeda. Pusat perdagangan tersebut perlu didesain ulang menjadi sentra produk tertentu yang lebih khas.

“Setiap pasar modern harus menjual produk yang spesifik dan unik supaya konsumen datang ke tempat itu dengan tujuan jelas. Yang saat ini terjadi, pasar modern menjual berbagai jenis produk dan jenisnya hampir sama antara satu pasar modern dan pasar modern yang lain,” ujarnya seperti dilansir dari harian Kompas, Rabu (23/4).

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta Joko Kundaryo mengatakan, kemitraan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa dijadikan solusi permasalahan kios kosong yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan. Pihak pengelola juga diharapkan bisa meningkatkan kreativitas dan pelayanan agar pengunjung semakin marak, tanpa harus menunggu intervensi lebih lanjut dari pihak pemerintah provinsi.

Menurut telaah yang dilakukan, beberapa pedagang di beberapa pusat perbelanjaan telah melakukan beberapa inovasi guna menghidupkan kembali aktifitas jual beli di mal tersebut. Tak jarang juga yang telah mengganti segmentasi usaha mal menjadi lebih spesifik dan khas, seperti yang telah dilakukan oleh pihak WTC Mangga Dua.

Menurut Manajer Senior Pemasaran WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, sejak 2005 mal tersebut telah mengusung konsep baru ke arah yang lebih spesifik, menjadi pusat penjualan mobil bekas. Hal ini dilakukan untuk memberikan gambaran khas mal tersebut kepada para pengunjungnya. Untung saja masyarakat memberikan respon yang tinggi atas perubahan segmen tersebut. Hingga kini jumlah mobil bekas di WTC berjumlah hingga 2.297 mobil. 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me