Properti Negeri Tiongkok Semakin Merosot

Big Banner
Pasar properti negeri tirai bambu semakin merosot. Pesona kemegahan bangunannya tak lagi memikat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya para investor properti Hongkong yang menjual aset mereka di Tiongkok. Bahkan Li Ka-shing, orang terkaya di Asia telah menjual perkantoran Oriental Fnancial Center senilai USD 1,2 miliar. 
 
Begitu juga dengan Richard Li yang telah menjual proyek Pacifik Century Place di Sanlitun Beijing seharga USD 928 juta.  Tak cukup sampai disitu, Zhang Xin salah satu tokoh penguasaha wanita yang fenomenal juga turut melepas asetnya di Shanghai sebesar 837 dollar AS seperti dilansir Vibiznews.
 
Perlambatan ekonomi Tiongkok menjadi dasar dari pemicu tindakan radikal ini. Kondisi ini tentu sangat miris jika dilihat dari keberadaan gedung-gedung serta pusat perbelanjaan di kota-kota besar di Tiongkok. 
 
Seperti salah satunya di Shanghai yang terus menerus melakukan pembangunan dengan total lahan seluas 3,3 juta meter persegi. Jika kelesuan terus menerpa dunia properti maka dapat dipastikan akan banyak gedung-gedung kosong dan tak berpenghuni nantinya.
 
Sementara turunnya laju investasi pada sektor properti sudah pasti akan mempengaruhi secara langsung pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Data Colliers International menunjukkan arus keluar modal dari Tiongkok daratan ke pasar properti internasional terus meroket dari USD 69 juta pada 2008 menjadi USD 16 miliar pada tahun lalu. 
 
Untuk tahun ini, diperkirakan arus modal China yang beredar di pasar properti internasional akan mencapai USD 32 miliar.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me