Indonesia Tempati Peringkat 13 dan Tertinggi Kedua di Asia dalam Pertumbuhan Harga Rumah

Big Banner

Laporan Indeks Global House Price (Harga Rumah Global) 2014 yang dilakukan oleh international real estate consulting firm Knight Frank, menunjukkan Dubai tumbuh menjadi negara yang paling banyak mengalami pertumbuhan harga rumah secara global sepanjang kuartal I 2014. Sedangkan Indonesia menempati peringkat 13 atau 2 tertinggi antara negara-negara di Asia. Indonesia hanya kalah dari China yang menempati peringkat dua untuk kawasan Asia.

Dubai mencatat kenaikan pertumbuhan sebesar 3,4 persen untuk kenaikan dalam jangka waktu Kuartal IV 2013 sampai dengan Kuartal I 2014. Kenaikan tahunan Dubai menembus kenaikan sebesar 27,7 persen, jauh mengungguli China yang berada di peringkat 2 dengan kenaikan 17,5 persen. 

Sementara Indonesia mengalami kenaikan tahunan sebesar 9,1 persen. Perolehan Indonesia ini jauh mengungguli pertumbuhan kenaikan harga rumah secara global milik negara-negara Asia lainnya seperti Hong Kong, Jepang, India, Singapore, Korea Selatan bahkan negara-negara Eropa seperti Polandia dan Denmark.

Hasil riset ini menempatkan Yunani, Siprus dan Kroasia sebagai kinerja pasar terlemah. Ketiga negara ini malah mengalami penurunan harga rumah secara global masing-masing sebesar 8,4 persen, 8,7 persen dan 9,7 persen. Negara-negara lain yang juga mengalami penurunan harga antara lain adalah Singapore, Jepang, Prancis, Slovak Republic, Belanda, Slovenia, Finlandia, Jersey, Spanyol, Italia dan Hungaria.

Kate Everett-Allen selaku Kepala Riset Residensial International Knight Frank mengungkapkan jika hasil ini sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena tidak ada satupun negara yang mengalami penurunan di atas angka 10 persen. Terakhir kali, perolehan seperti ini terjadi pada tahun 2008.

“Singapore dan Jepang adalah negara non Eropa yang berada di peringkat 14 terbawah. Langkah-langkah pendinginan dan kondisi pengetatan kredit telah menghentikan pertumbuhan harga di Singapore, sedangkan di Jepang “Abenomics” sendiri belum mampu mendorong pertumbuhan harga rumah di sana ke arah yang positif,” ungkap Kate seperti dilansir dari situs worldpropertychannel.

Berikut ini hasil selengkapnya dari riset yang telah dilakukan oleh Knight Frank:

sumber : worldpropertychannel.com

sumber : worldpropertychannel.com

sumber : worldpropertychannel.com

 

 

 

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijualsewa apartemen atau sewa rumahdan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga, GRATIS di Rumahku.com!

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me