Permintaan Rumah Tipe 22-70 Meningkat

Big Banner

Bank Indonesia mencatatkan peningkatan yang signifikan untuk pemberian kredit perumahan rakyat (KPR) tipe 22—70.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengatakan hingga kuartal I/2014 terjadi penurunan permintaan untuk tipe 70. “Kini bank juga sudah semakin hati-hati dalam penyaluran kredit dan permintaan juga menunjukkan perbaikan,” ungkapnya.

Hingga kuartal I/2014, kredit yang disalurkan perbankan untuk rumah tipe 22—70 mencapai Rp134,8 triliun, tumbuh 29% dari posisi Rp104,4 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan tipe di atas 70, hingga 3 bulan awal tahun ini, industri perbankan telah menyalurkan hingga Rp108,5 triliun, tumbuh 15,3% dari posisi Rp94,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, alasan menurunnya permintaan tipe 70 , karena debitur yang memiliki kredit pemilikan rumah (KPR) lebih dari satu semakin berkurang. Halim menambahkan, bubble properti tak akan terjadi, karena harga tanah dan tipe mewah makin turun.

Sementara itu, dalam survei properti komersial yang  dilansir BI, hingga Februari 2014 kredit properti industri perbankan mencapai Rp471,35 triliun, tumbuh 22,69% year on year. Kredit properti tersebut memberikan kontribusi hingga 14,3% dari  total outstanding kredit bank umum yang mencapai Rp3.296 triliun.

Komposisi kredit properti disalurkan dalam bentuk kredit perumahan dan apartemen (KPR dan KPA) meencapai 59,9%, diikuti oleh kredit konstruksi 23,67% dan kredit real estate mencapai 16,43%. (as/bisnis.com)

ciputraentrepreneurship.com