Biaya Tinggi Buat Pengusaha Sulit Bangun Rumah Murah

Big Banner

Biaya pembangunan yang semakin tinggi membuat para pengembang merasa kesulitan untuk membangun rumah khususnya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Salah satunya yang dirasakan pengembang adalah ekonomi biaya tinggi dan belum adanya jaminan kepastian hukum dalam berusaha.

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy mengatakan, ada empat hal yang menyebabkan terjadinya ekonomi biaya tinggi. Edy menyebutkan proses perizinan yang panjang, serta tidak jelasnya waktu dan biaya adalah beberapa penyebabnya. 

Selain itu yang kedua, lanjut Eddy, adalah infrastruktur yang kurang memadai dan transportasi antar pulau yang kurang dimana mengakibatkan mahalnya barang kebutuham untuk pembangunan.

“Harga bahan bangunan di Maluku, Papua contohnya, berbeda sangat jauh dengan daerah lain,” ujar Eddy dalam  talkshow REI dengan tema ‘Menghapus Ekonomi Biaya Tinggi dan Menjamin Kepastian Hukum’ di Hotel JS Luwansa di Jakarta, Kamis (28/8).

Selanjutnya Eddy menjelaskan, saat ini juga belum adanya kepastian hukum tentang hak tanah. Tanah yang sudah dimiliki bertahun-tahun, tambahnya, dengan gampang bisa digugat oleh masyarakat, oknum, maupun mafia tanah.

“Bahkan tanah yang sudah dikuasai pemerintah sdlama berpuluh-puluh tahun sekalipun bisa dengan gampangnya digugat ke pengadilan,” tegasnya.

Sementara itu Eddy mengaku REI menyadari perizinan sangatlah penting dalam proses pembangunan karena sebagai alat kontrol bagi pemerintah. Akan tetapi menurutnya, masyarakat dan pengusaha tentunya butuh kepastian soal waktu dan biaya agar tidak kesulitan dalam menyusun perencanaan. 

 

 

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijualsewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga,GRATIS di Rumahku.com!

rumahku.com