Pembangunan 6 Ruas Tol di Jakarta Tuai Kontroversi

Big Banner

Guna mengantisipasi kemacetan yang semakin tidak rasional, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum merencanakan membangun enam buah ruas tol dalam kota Jakarta yang disertai dengan tiga koridor layang Transjakarta. 

Sayangnya megaproyek ini ternyata mengundang kontroversi dari sejumlah tokoh. Pihak yang pro menganggap pembangunan enam ruas tol ini akan menjadi solusi kemacetan yang semakin tak terkendali dan juga merangsang pertumbuhan ekonomi melalui bangkitan pergerakan (mobilisasi) secara masif. Sedangkan pihak yang kontra menganggap pembangunan proyek ini hanya akan membuat Jakarta menjadi semakin terbebani dan berpotensi mengubah tata ruang kota secara struktural.

Dana yang dibutuhkan untuk membangun keseluruhan ruas tol ini mencapai angka fantastis. Sebanyak puluhan triliun rupiah harus digelontorkan untuk merealisasikan proyek ini.
 

Proyek besar yang akan dilakukan ini rencananya akan dibagi menjadi empat tahapan yakni tahap pertama meliputi ruas Semanan-Sunter sepanjang 20,23 kilometer dengan dana investasi senilai Rp9,76 triliun dan koridor Sunter-Pulogebang sepanjang 9,44 kilometer dengan nilai Rp7,37 triliun.

Tahap kedua meliputi area Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer dengan nilai investasi capai 69,77 kilometer.

 

 

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijualsewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga,GRATIS di Rumahku.com!

rumahku.com