20 Tahun Mendatang Backlog Capai 31 Juta Unit

Big Banner

Deputi Bidang Permbiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Sri Hartoyo mengatakan,  20 tahun mendatang kebutuhan hunian mencapai 31 juta unit. Kebutuhan tersebut terbagi menjadi 18,5 juta unit di kawasan perkotaan, dan 12,5 juta unit di kawasan perdesaan.

“Oleh sebab itu dibutuhkan jumlah lahan yang sangat banyak.  18,7 juta unit itu dibangun dalam bentuk rumah tapak, artinya dibutuhkan lahan 170.000 ha lahan,” ujarnya seperti informasi yang diterima Rumahku.com dalam diskusi ‘Rusunami, Solusi Penyediaan Perumahan Bagi MBR di Perkotaan’.

Selanjutnya menurut Hartoyo, jika hunian dibangun dalam bentuk rusun dengan ketinggian lantai yang bervariasi mulai dari 3-24 lantai, kebutuhan lahan bisa ditekan menjadi 39.000 ha.

Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyatakan, selama ini pemerintah belum pernah secara nyata mengatasi urusan yang hubungan dengan penyediaan pasokan dan penyediaan lahan. 

“Kita memang harus mengarah pada pembangunan rusun. Tapi, road map-nya seperti apa? Itu belum ada hingga saat ini. Belum lagi, pemerintah juga mengandalkan keberadaan pengembang untuk menyediakan pasokan. Jika tidak ada untung, pengembang tidak akan mau membangun,” ungkapnya. 

 
 
 

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijual, sewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga, GRATIS di Rumahku.com!

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me