Gebrakan Ciputra di Lampung Mulai Berbuah

Big Banner

Sebagai gambaran, Citra Garden Lampung terletak di Teluk Lampung. Proyek ini mengantongi izin untuk menggunakan lahan sekitar 57 hektare (ha). Sejauh ini, Ciputra telah menanamkan investasi awal Rp 100 miliar untuk membangun infrastruktur dan pembebasan lahan.

Penjualan 200 unit itu termasuk istimewa mengingat pasar perumahan di Lampung belum terlalu berkembang. Apalagi, “Harga per unitnya antara Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar,” kata Tulus Santosa Direktur Keuangan Ciputra Development, Minggu (27/9).

Di provinsi penghasil kopi itu, Ciputra sebenarnya tak memasang target muluk. Mereka sendiri memperkirakan akan bisa menyelesaikan pembangunan dan sekaligus menjual 1.000 unit rumah dalam kurun lima hingga tujuh tahun mendatang.

Bangga Nirwanjaya, pakar properti dari Asosiasi CB Richard Ellis Indonesia menilai, sejatinya prospek bisnis perumahan di Lampung belum terlalu cerah. Sebab, ceruk pasarnya masih sempit.

Makanya, Ciputra sendiri cenderung memasang target jangka panjang. “Target tujuh tahun di Lampung itu setara dengan enam bulan hingga setahun di Jakarta,” cetus Bangga. “Soalnya orang kaya di Lampung dan kota-kota besar lainnya di Sumatera memang tak sebanyak di Jakarta,” imbuhnya.

Nah, jika Ciputra ternyata berhasil menggaet pembeli cukup banyak, menurut Bangga, itu tak lepas posisinya sebagai pionir pengembang realestat di kawasan Lampung.
Selain di Lampung, saat ini Ciputra tengah membangun proyek perumahan di Pangkal Pinang dan Palembang.

Di Pangkal Pinang, Ciputra meluncurkan proyek perumahan pada Agustus lalu. Total rumah yang akan mereka bangun mencapai 600 unit. Harganya berkisar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

Sedangkan proyek di Palembang sedang mereka kebut penyelesaiannya. Boleh dibilang, proyek yang telah diluncurkan sejak akhir tahun lalu itu merupakan proyek terbesar Ciputra di Sumatera.

Di atas areal seluas 200 hektare, Ciputra akan membangun 5.000 unit rumah. Harga jualnya berkisar mulai Rp 300 juta hingga Rp 500 juta per unit. Hingga hari ini, rumah yang laku terjual sekitar 10%. “Kami memang menyasar segmen menengah karena di Sumatera tidak banyak pemain di kelas tersebut,” ujar Tulus.

Sumber: Kontan Online

ideaonline.co.id