Kasino di Atlantic City di Ambang Kehancuran

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Isu tak sedap menerpa kerajaan bisnis Donald Trump. Trump Entertainment Resorst Inc dikabarkan hendak menutup salah satu kasinonya di Atlantic City pada September mendatang. Kasino yang berada di resort town New Jersey itu mempekerjakan lebih dari seribu orang. Penutupan Trump Plaza Hotel & Casino itu membuat  aset Trump di sini tinggal the Trump Taj Mahal.

Trump Plaza adalah hotel setinggi 39 lantai yang merangkum 906 kamar dan ruang kasino seluas hampir 8.000 m2.  Menurut  Vincent Mazzeo, anggota legislatif Partai Demokrat dari Atlantic City,  untuk menyelamatkan Trump Plaza hanya dibutuhkan satu investor. Dana yang dibutuhkan 100 juta dollar AS untuk renovasi dan sekitar 20 juta – 25 juta dollar AS untuk biaya dana pensiun pegawainya. Trump Entertainment yang pernah bangkrut dan bangkit lagi di tahun 2010, menempatkan Donald Trump sebagai pemegang saham minoritas sehingga tidak punya kewenangan mengelola.

Kasino Atlantic City

Rencana penutupan Trump Plaza itu menyusul Atlantic Club yang sudah tutup Januari tahun ini. Sebelum Atlantic Club tutup di seluruh resort city ini  sempat ada 12 kasino. Caesar Entertainment Corp juga akan menutup arena Showboat pada Agutus mendatang. Sementara itu, Revel, yang punya ruang kasino berlapis cermin senilai 2,4 miliar dolar AS meski belum tutup, kondisinya sudah bangkrut. Kasino yang sempat digadang-gadang bisa menghidupkan kembali resort town tersebut, saat ini sedang mencari investor.

Dibangun oleh Kevin DeSanctis, Morgan Stanley sempat memiliki 95% saham the Revel, sebelum kemudian dilepas. Dominasi saham itu mengingat institusi keuangan tersebut adalah yang mendanai seluruh pembangunannya yang bernilai 1,2 miliar dolar AS. Termasuk menggelontorkan dana untuk membebaskan lahan seluas 8 ha di tepi pantai seharga 74 juta dollar AS tahun 2006.

Penutupan kasino-kasino itu membuat Atlantic City tak lagi memonopoli dunia perjudian di New Jersey, sampai wilayah Pennsylvania, Maryland dan New York. Wilayah-wilayah  tersebut melegalkan judi dan kasino untuk menambah pendapatan daerahnya.  Tujuh tahun terakhir pendapatan dari kasino di wilayah itu terus merosot. Menurut Bloomberg, jika tahun 2006 sempat mencapai 5,07 miliar dollar AS, tahun lalu hanya 2,86 miliar dollar AS. Per Juni lalu, pendapatan perjudian di Atlantic City turun 1,8% menjadi 236 juta dollar AS. Ini di luar pendapatan dari judi online yang bisa mencapai 9,51 juta dollar. Ini pun sudah turun 5,7% dibandingkan hasil tahun lalu.

Pemerintah sudah berusaha menghidupkan perjudian itu. Tahun 2010, Chris Christie, Gubernur New Jersey pernah mengumumkan rencana lima tahunan untuk Atlantic City. Termasuk di dalamnya adalah program marketing untuk meningkatkan wisata non-perjudian. November tahun lalu judi online dibolehkan untuk menarik jenis bisnis baru. Sayangnya, upaya-upaya itu belum berhasil.

Seperti diungkapkan Michael Drewniak, juru bicara Christie, daerah utara New Jersey pernah diusulkan untuk dijadikan pusat kasino baru. Bukan untuk menggantikan Atlantic City, melainkan untuk membantunya tetap hidup. Menurut Joseph Weinert, Executive Vice President Spectrum Gaming Group, perusahaan konsultan, resort tepi pantai baru itu bisa menampung enam sampai delapan kasino. Munculnya usul tersebut, karena mereka tetap mengharapkan New Jersey bisa menjadi pusat perjudian di pantai timur. Nta

(Sumber: Bloomberg)

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me