Pengembang Terapkan Dua Patokan Harga

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pembangunan rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang melibatkan lebih dari satu kementrian berakibat pada lahirnya kebijakan berbeda. Soal patokan harga, misalnya, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) membuat patokan harga rumah bersubsidi sesuai kemahalan pada kabupetan dan provinsi. Termurah di Jambi seharga Rp114 juta dan tertinggi di Papua sebesar Rp185 juta. Untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) patokannya mulai Rp129 juta-Rp135 juta.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy

Sementara Kementerian Keuangan yang berwenang memberi pembebasan atau subsidi PPN (Pajak Pertambahan Nilai) rumah sederhana membuat patokan harga berbeda. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 113/PMK.03/2014, di Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) rumah yang mendapat pembebasan PPN harganya ditetapkan maksimal Rp120 juta. Tertinggi di Papua sebesar Rp165 juta.

Menyikapi patokan harga ini kalangan pengembang bersikap fleksibel dengan mengikuti dua-duanya. Pengembang yang ingin mendapatkan pembebasan PPN bisa mengikuti PMK, sedangkan yang mengikuti patokan Kemenpera tidak mendapatkan pembebasan PPN. “Sekalipun tidak ada pembebasan PPN konsumen tetap bisa mendapatkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan bunga KPR 7,25 persen,” ujar Eddy Hussy, Ketua Umum REI, pada acara berbuka puasa bersama kalangan media di Jakarta, Senin (14/7).

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo, mengungkapkan, untuk menjembatani persoalan ini pengembang punya cara tersendiri dengan pola peningkatan mutu. Harga yang tercantum dalam AJB (Akte Jual Beli) disesuaikan patokan PMK sehingga mendapat pembebasan PPN. Kelebihannya merupakan harga peningkata mutu.

“Selama harga yang tercantum di akte jual beli (AJB) sesuai dengan patokan PMK dan Kemenpera, konsumen berhak mendapatkan pembebasan PPN dan skim FLPP. Jadi kelebihan dari patokan PMK harus dibayar langsung oleh konsumen ke pengembang,” katanya. Yudis

housing.estate.com