Kalahkan Gempa dengan Struktur Tepat

Big Banner

Kalau melihat gempa yang bertubi-tubi dan memakan banyak korban, rasanya antara miris dan was-was. Yang sudah berlalu tak bisa dihindari, tapi kita bisa mencegah agar kesalahan yang sama tak terulang lagi.

Pada prinsipnya, tak ada bangunan yang 100% tahan gempa. Tapi, setidaknya kerusakan itu bisa diminimalisasi kalau kita tahu struktur bangunan yang benar. Hal itu dijelaskan oleh Ir. Suradjin Sutjipto, M.Sc, Presiden Direktur Suradjin Sutjipto Incorporation, dalam talkshow “Bangunan Tahan Gempa” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Teknik Sipil Trisakti (Ilustri), Minggu (25/10).

Suradjin memaparkan kesalahan sering dilakukan karena masyarakat membangun tanpa mengerti struktur. Banyak bangunan penduduk yang dikerjakan asal-asalan. Bahkan, tak jarang ketika standar telah ditetapkan, para tukang tidak mengikuti prosedur. Itulah sebabnya banyak bangunan yang rawan terhadap gempa.

“Misalnya, kasus soft storey, di mana beban bangunan yang besar tidak diikuti dengan struktur yang kuat. Hasilnya, digoyang sedikit pun rontok,” jelas Suradjin.

Anda pun harus hati-hati ketika membeli rumah sederhana yang sudah jadi. Terkadang, pengembang tidak mempedulikan standar struktur. Maka, tak heran banyak bangunan baru yang memiliki retak rambut.

Jadi, apa yang harus dilakukan agar bangunan cukup kuat?

“Ketika membangun, pastikan bahwa tiga komponen utama terpasang dengan benar, yaitu balok ring, kolom praktis, dan balok pengikat, ” ujar Suradjin, Selain itu, di setiap lubang sebaiknya dilengkapi dengan balok kepala, seperti membingkai lubang tersebut. Misalnya, untuk pintu dan jendela. Jangan lupa pula, bahwa ukuran luas ruangan tanpa bantuan kolom praktis maksimal 9m2. Detail-detail semacam ini sering luput dari perhatian tukang. Suradjin menambahkan, “Detail yang baik akan menjamin keandalan struktur terhadap goncangan gempa.”

ideaonline.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me