Permasalahan Kota-Kota Dunia Akan Dibahas di Jakarta

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Earoph World Congress ke-24 yang akan diselenggarakan pada 10-13 Agustus 2014. Kongres yang akan berlangsung  di Jakarta itu mengambil tema Toward Resilient and Smart Cities: Inovation Planning and Determination in Managing Major Cities of The World. Acara ini akan membahas keberlangsungan kota-kota di dunia terkait pertambahan penduduk, perubahan iklim, dan permasalahan kota lainnya.

Menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Earoph World Congress harus dimanfaatkan dengan baik terkait isu-isu perkotaan, seperti pertumbuhan penduduk, pemanfaatan energi, dan sebagainya. “Ini peluang bagi kita terkait perencanaan dan pembangunan kota dengan berbagai masalahnya,” kata Hermanto kepada pers di kantor Kementerian PU, di Jakarta, Jumat (20/6).

Kemacetan menjadi persoalan utama Jakarta, selain sanitasi dan lingkungan kumuh.

Kemacetan menjadi persoalan utama Jakarta,
selain sanitasi dan lingkungan kumuh.

Kongres ini akan dihadiri para pakar dan praktisi di bidang pembangunan perkotaan. Di forum tersebut peserta dapat menimba pengetahuan bagaimana mewujudkan smart city dan penggunaan teknologi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalah kota. Pengalaman berbagai kota dunia yang sukses akan dipaparkan dan dijadikan kajian. Forum ini juga akan diikuti para kepala daerah sehingga mereka bias menerapkan di wilayahnya.

Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaaan Indonesia, Bernardus Djonoputro, mengatakan, konferensi dunia ini memberikan peluang pada pemimpin kota dan pemangku kepentingan untuk saling bertukar pengalaman terutama untuk mewujudkan kota yang layak huni dan berkelanjutan. “Konferensi ini mengajak para stakeholder untuk mencari cara-cara baru dalam mengelola perkotaan di masa depan,” ujarnya.

Salah satu isu global yang dihadapi kota-kota dunia adalah penanganan multidimensi dan manajemen pembangunan kota yang inovatif untuk mengatasi persoalan perubahan iklim dan bencana alam.  Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan kesadaran bersama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan perkotaan. Para pemangku kepentingan harus berkolaborasi  dan merumuskan langkah bersama yang bersifat lintas negara.

Pada acara ini, ungkap Bernardus, Ikatan Ahli Perencanaan akan melansir Indonesia Most Liveble City Index (MLCI). Kenyamanan dan livability kota-kota Indonesia juga akan dibahas khusus. “Mengacu pada MLCI tahun 2009-2011, 50 persen penduduk Indonesia merasa kotanya tidak nyaman dihuni dan ini tidak berubah banyak dalam lima tahun. Semoga ajang ini menjadi referensi para walikota dalam menyusun prioritas program,” lanjutnya. Yudis

 

 

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me