Rumah Seken Mampang Alternatif Untuk Perkantoran

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, kini berkembang menjadi area hunian dan perkantoran cukup padat. Letaknya strategis menjadi persimpangan Jl Warung Buncit-Jl Kapten Tendean-Jl Jend Gatot Subroto-Jl HR Rasuna Said.  Selain itu juga terkoneksi langsung dengan banyak anak jalan menuju Jl Raya Pasar Minggu dan Kemang.

Jl. Mampang Prapatan

Jl. Mampang Prapatan

Sepanjang Jl Mampang Prapatan Raya kini didominasi  gedung perkantoran dan  kantor pemerintahan. Kawasan hunian ada di beberapa anak  jalan, Antara lain Jl Mampang Prapatan IV hingga XVII. Sebagian dari jalan ini tersambung ke Jl Tegal Parang yang terkoneksi dengan Jl Gatot Subroto.

Karena lokasinya startegis,  menurut Eka Widya, broker properti dari Ray  White Kebayoran Baru, rumah seken di kawasan Mampang banyak dicari untuk dijadikan kantor. “Umumnya, kaveling dan bangunan yang ditawarkan  luas sehingga cocok untuk kantor walaupun jalan masuknya relatif kecil,” ujarnya.

Banyak yang memfungsikan untuk kantor mengingat sewa ruang perkantoran di pusat bisnis Jl HR Rasuna Said, Jl Gatot Subroto, dan TB Simatupang sudah tinggi. “Yang paling banyak dicari rumah di Jl Mampang Prapatan IV-VIII karena paling dekat kawasan Gatot Subroto,” tambahnya.

Ellen dari Premium Property, broker properti lainnya, menambahkan, rumah yang harganya lebih terjangkau lokasinya agak masuk di kawasan cukup padat.  “Kalau yang dipasarkan broker umumnya rumah di atas 100 m2 dengan harga hampir Rp2 miliar. Rumah di bawah itu ada tapi biasanya dijual langsung pemiliknya,” katanya.

Selain untuk kantor banyak juga yang menjadikan tempat indekos. Beberapa diantaranya merupakan tempat kost ekslusif bertarif di atas Rp4 jutaan per bulan. Eka menawarkan rumah kost 25 kamar+kamar mandi dengan luas bangunan dan tanah mencapai 1.000 m2 di Mampang Prapatan IV.   Kamarnya hampir terisi semua dengan tarif mulai Rp2 juta/bulan. Rumah tersebut ditawarkan  Rp12 miliar (nego). Yang lebih murah tipe 400/300, delapan kamar, harganya Rp2,8 miliar. “Tapi lokasinya lebih ke dalam, rumah paling murah di kawasan ini yang saya pegang harganya Rp1,6  miliar tipe 172/122, ada juga tipe 170/350 seharga Rp1,8 miliar,” ujarnya.

Ellen menambahkann listing rumah di belakang Jl Mampang Prapatan mulai tipe 100/119 seharga Rp2,2 miliar, 400/300 Rp2,8 miliar, dan 250/182 Rp4,3 miliar. “Semuanya rumah layak huni, paling renovasi sedikit. Ada juga rumah lama sehingga hanya dihitung tanah, ukurannya 300/560 seharga Rp3,5 miliar,” katanya. Yudis

 

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me