Inggris Hadapai Masalah Berat Pasar Rumah

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Gubernur bank sentral Inggris (Bank of England) Marc Carney, dalam wawancara dengan Sky Television, Sabtu lalu, mengatakan, pasar rumah di Inggris sedang mengalami masalah struktural  sangat dalam. Dikutip Reuter, Carney menegaskan bahwa kondisi  itu  bisa mengancam perekonomian Inggris.

Perumahan di Inggris

Perumahan di Inggris

Problem utama di pasar rumah di negeri Pangeran Harry itu adalah kurangnya pembangunan rumah-rumah baru. Sebaliknya, bank sentral mencatat persetujuan KPR justru naik tinggi. Karena itu Inggris harus membangun segera rumah-rumah baru. “Apakah bank-bank (di Inggris) memiliki cukup modal menghadapi risiko di pasar perumahan?” ujar Carney tentang kondisi kecukupan modal terkait pengucuran kredit.

Bank sentral juga menegaskan bahwa perbankan harus mengecek kembali prosedur pemberian kreditnya,  Hanya mereka yang benar-benar sanggup membayar cicilan yang boleh menerima kucuran KPR. “Kalau kondisinya sebaliknya mereka tidak boleh terima kredit,” tegasnya.

Dengan memperkuat kedua hal itu bank sentral berharap dapat menekan risiko yang dapat timbul dari pasar perumahan yang sedang bermasalah itu. Carney secara terang-terangan membuka borok perbankan Inggris yang secara serampangan memberikan KPR bernilai besar. Menurut Carney, KPR yang diterima nasabah cicilannya mencapai 4 kali dari pendapatannya.

Bank sentral ingin bertindak cepat mencegah tren ini karena kalau tidak bakal kebablasan. Pengereman diperlukan karena Inggris tidak mau masuk dalam masalah hutang besar yang tidak saja akan menyusahkan individu (penerima kredit) tapi juga menyebabkan perlambatan ekonomi dalam jangka menengah. “Kita harus memperhatikan hal ini bahwa ada pertumbuhan KPR yang sangat cepat dan terus merayap naik. Untuk itu kami sedang terus pantau,” kata Carney.

Terkait dengan hal ini minggu lalu bank sentral Inggris sudah menurunkan tingkat suku bunga acuannya, mengantisipasi terus naiknya harga rumah yang bisa menyebabkan bubble. Sebelumnya, di awal bulan ini, bank sentral sudah bertemu para ahli dari Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk menentukan cara memperlambat kenaikan harga rumah. Ayu

(Sumber: Reuter)

 

 

 

 

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me