Airport City, Superblok Baru Dekat Bandara Soetta

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sepuluh tahun mendatang aktivitas Bandara Soekarno Hatta (Soetta) diperkirakan akan tumbuh sekitar 4,1 -5,7% per tahun. Saat ini kapasitas bandar utama Indonesia itu 22 juta penumpang per tahun, akan ditingkatkan lagi jadi 63 juta penumpang per tahun. Peningkatan kapasitas ini akan membuat aktifitas Bandara semakin tinggi dan berimbas pada meningkatnya kebutuhan hunian, perkantoran, komersial, dan pergudangan.

Tren ini ditangkap kalangan pengembang  properti dengan menggarap lahan di sekitarnya Bandara. Salah satunya PT Sarana Bhakti Angkasa yang akan menggarap lahan seluas 88 ha di tepi jalan Raya Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang, Banten. Dari pintu M1 (pintu belakang Bandara) jaraknya sekitar 3 km. Sebagian areanya berbatasan dengan bandara Soetta di sisi utara.

The Airport City (Masterplan)

The Airport City (Masterplan)

The Airport City dikembangkan dengan konsep mixed use development (kawasan multifungsi). Selain apartemen juga akan dibangun office building, office parks, mal, light warehouses, ruko, hotel dan convention center berkapasitas 10 ribu orang. Pengembangnya masih akan melengkapi dengan sekolah dan rumah sakit. Pengembangan fasilitas ini sesuai tagline The City Airport, yakni live, work, play and fly.

“Intinya ini adalah sebuah kawasan terintegrasi, di mana semua kebutuhan bisa terpenuhi di sini,” kata Hardianto, Direktur PT Sarana Bhakti Angkasa, di Jakarta, Senin 912/5).

Hardianto menjelaskan, pengembangan Airport City ini untuk mendukung aktivitas bandara yang kian sibuk dan tidak semuanya dapat dipenuhi oleh fasilitas yang ada di dalam area bandara.

Pengembangan tahap pertama mencakup light warehouses, kompleks ruko, apartemen, dan hotel di area seluas 20 ha. Pemasarannya sudah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Dari 10 unit ruko yang dilansir tersisa 3 unit, sementara 14 unit light warehouses sudah habis. Saat ini dipasarkan 2 tower apartemen yang merangkum 658 unit hunian. Apartemen setinggi 12 lantai itu 2 lantai terbawahnya akan dijadikan area komersial dan lantai-lantai berikutnya menjadi unit apartemen. Memiliki 3 tipe; studio (33 m2) 2 BR (42 m2) dan penthouse.  Tipe penthouse harganya berkisar Rp300 – 500 jutaan.

Hotelnya dibangun dengan kategori bintang empat. Pembangunannya sudah dimulai, untuk ruko direncanakan mulai serah terima pada Mei 2015. Sementara pembangunan apartemen akan dimulai di kuartal tiga 2014. Ayu

 

housing.estate.com