Deputi Panggil Dirut Bank Mandiri Dan BTN

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Deputi Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Senin sore, memanggil Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dan Dirut PT Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono terkait dengan kepastian rencana akuisi saham BTN.

“Saya memanggil Pak Budi Gunadi dan Pak Maryono. Hasilnya, karena sensitif, saya tidak bisa ungkapkan sekarang. Tunggu saja pengumuman di koran besok,” kata Gatot kepada wartawan di ruang kerjanya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.

Wartawan yang sudah menunggu sejak pukul 16.00 WIB terpaksa harus gigit jari karena tidak mendapat jawaban yang konkret apakah wacana akuisisi tersebut dilanjutkan atau tidak.

Gatot juga tidak menjawab apakah surat Menteri BUMN bernomor SR-161/MBU/04/2014 yang mengagendakan RUPSLB soal pengambilalihan saham Dwi Warna di BTN oleh Mandiri pada tanggal 21 Mei 2014 akan dicabut.

“Besok lihat saja di surat kabar (pengumuman). Saya tidak punya otoritas mengungkapkannya sekarang,” ujar Gatot.

Sebelumnya, sekitar pukul 16.00 WIB Maryono sudah lebih dulu hadir di ruang tamu Gatot Trihargo. Selang 30 menit kemudian Budi Gunadi Sadikin juga tiba.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 1,5 jam tersebut berlalu tanpa sepatah kata pun yang diucapkan oleh Dirut BTN, Bank Mandiri, serta Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro.

Saat dikerubungi wartawan, bahkan keduanya saat berada di ruang tunggu saling sapa dan terlihat akrab.

“Kami ini pernah satu bagian di Mandiri. Ini dulu bos saya,” kata Maryono sambil menepuk bahu Budi Gunadi Sadikin.
Sebelumnya, santer diberitakan Bank Mandiri segera mengakuisisi BTN yang akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 21 Mei 2014.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan bahwa tiga alasan pelepasan Bank BTN kepada Mandiri. Pertama, menolong BTN karena selama sudah tidak sanggup memenuhi tingginya permintaan masyarakat terhadap perumahan.

Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Sekretaris Kabinet Dipo Alam juga meminta rencana akuisisi tersebut tidak dilanjutkan karena dinilai tidak tepat karena berpotensi menimbulkan dampak luas menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden dan akhir masa kerja Kabinet Indonesia Bersatu II.

Wacana tersebut juga mendapat penolakan keras dari sejumlah kalangan, termasuk karyawan Bank BTN yang dilakukan melalui serangkaian aksi unjuk rasa. Ant

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me