Menpera dan Menkeu Beda Pendapat, UU Tapera Batal Disahkan

Big Banner

Menpera Djan Faridz dan Menkeu M. Chattib Basri

 

 

Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebagai salah satu solusi pengentasan masalah perumahan rakyat khususnya masyarakat kurang mampu, batal disahkan oleh DPR. Padahal, sudah dua tahun RUU Tapera dibahas dan memakan biaya yang tidak kecil. Sebab pembatalan ini, karena  pemerintah menarik RUU itu pada saat panja sudah selesai draft dan tinggal ditandatangani.

 

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tapera Yosep Umar Hadi dalam sebuah diskusi di Jakarta beberapa waktu lalu mengatakan, di antara pemerintah sendiri belum ada kesamaan persepsi. Perbedaan persepsi itu, salah satunya terkait dengan pemanfaatan Tapera itu sendiri.

 

“Pemerintah tidak peduli dengan pengadaan rumah. Padahal, RUU sudah hampir dua tahun berjalan,” ujarnya.

 

Sebelumnya, draft RUU Tapera ini hanya menyisakan satu poin yang menunggu persetujuan pemerintah untuk disahkan, yakni tentang persentase atau jumlah uang yang harus disimpan masyarakat dalam Tapera. Dengan pembatalan ini, sejumlah anggota dewan merekomendasikan agar pembahasannya dilanjutkan oleh anggota DPR RI yang akan datang, mengingat urgensi RUU tersebut.

 

 

Ferdinand Lamak
Foto: Istmewa

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me