Peran Arsitek Mencermati Kondisi Iklim Saat Ini

Big Banner

Rumah yang ramah lingkungan adalah rumah memperhatikan bukaan jendela, sirkulasi udara dan cahaya serta memanfaatkan sumber energi alami.

 

 

Meski gaya arsitektur minimalis masih digandrunginya, dengan perkembangan jaman dan iklim yang terjadi saat ini, tema desain pun mulai bergeser. Terlebih ketika masyarakat dunia menyerukan global warming.

 

Efek dari perubahan cuaca tersebut, justru menjadi tantangan tersendiri bagi profesi arsitek untuk menciptakan hunian yang nyaman dan senantiasa bersahabat dengan alam.

 

Dari sudut pandang seorang arsitek, masyarakat pun makin cerdas dan peduli akan efek pemanasan global itu. Desain rumah bergaya arsitektur tropis yang memperhatikan unsur alami diakui oleh sebagian arsitek, merupakan solusi bentuk rumah masa kini.

 

“Kalau 5-10 tahun lalu, mungkin para arsitek hanya mengejar bentuk tampilannya. Di kondisi saat ini, profesi arsitek dituntut untuk dapat menciptakan bentuk yang menyesuaikan dengan ekologi lingkungan sekitar,” ungkap Nazaruddin Khuluk, Kepala Jurusan Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Krisnadwipayana.

 

Menurut Nazaruddin, dengan memperhatikan bukaan jendela, sirkulasi udara dan cahaya serta memanfaatkan sumber energi alami. Rumah pun akan terkesan hemat energi dan ramah lingkungan. Penggunaan energi listrik dalam rumah jadi lebih efisien.

 

“Tak hanya bentuk, penggunaan material ramah lingkungan menjadi penekanan utama untuk menciptakan hunian yang ramah lingkungan. Misalnya saja, penggunaan material cat, batu alam, serta corak sederhana,” terangkan Nazaruddin.

 

Untuk menghasilkan bentuk hunian seperti itu, biasanya konsumen menggunakan jasa arsitek, guna mendapatkan bentuk yang mereka inginkan.

 

“Dengan kondisi saat ini, arsitek harus mampu menggabungkan kondisi alam dengan tema desain hunian yang hendak dibentuk,” ucap Nazaruddin.

 

Dedy Mulyadi
Foto : Dedy Mulyadi
 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me