Wow.. Ada Hotel Murah di Mega Kuningan

Big Banner

Mega Kuningan, Jakarta, memang dirancang sebagai kawasan internasional antarbangsa. Di sini terdapat kantor-kantor Kedutaan Besar Negara sahabat, sebut saja China dan Swedia. Wajar bila klasifikasi properti-properti yang dibangun kemudian, berkelas internasional.

Hal itu tercermin dari fasilitas akomodasi dan apartemen yang telah beroperasi, seperti hotel mewah berlian JW Marriott, Ritz Carlton dan kondotel Oakwood Premier Cozmo. Demikian halnya dengan properti perkantoran macam Plaza Mutiara, The East, dan Menara Prima.

Harga sewa perkantoran tersebut sudah mencapai 45 dollar AS (Rp 446.288) per meter persegi per bulan, di luar biaya servis. Sedangkan harga lahannya telah mencapai Rp 45 juta hingga Rp 50 juta per meter persegi. 

Jadi, bila kemudian tiba-tiba muncul properti dengan klasifikasi dan kualitas bintang tiga, cukup mengejutkan. Properti tersebut adalah Best Western Mega Kuningan yang secara resmi mulai beroperasi pada 15 Juli 2013 mendatang.

Best Western Mega Kuningan merupakan portofolio ketujuh yang dikelola Best Western Indonesia, setelah Best Western Serpong, Banten, Best Western Semarang dan Best Western Solo, Jawa Tengah, Best Western Padang (Sumatera Barat) serta Best Western Kuta, Bali.

General Manager New Property Best Western International, Adrianus Pangarso, mengungkapkan, kehadiran Best Western Mega Kuningan sebagai hotel bintang tiga adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar level menengah yang semakin meningkat.

“Pangsa pasar middle level manager dari sektor korporasi semakin menguat, seiring dengan ekspansi bisnis perusahaan-perusahaan multinasional dan domestik ke kawasan Mega Kuningan. Jadi, hotel kami untuk memenuhi kebutuhan para eksekutif level manajer, sementara hotel-hotel bintang lima berlian untuk para direksi,” tandas Adrianus kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (8/7/2013).

Best Western Mega Kuningan didedikasikan guna memenuhi kebutuhan kelas menengah yang menginginkan bermalam di tengah kota. Oleh karena itu, tarif per kamarnya hanya Rp 699.000 per malam (net).

CEO Perdana Gapura Prima (GPRA) Rudy Margono mengatakan, pihaknya membangun Best Western Mega Kuningan sebanyak 67 kamar dengan nilai konstruksi sekitar Rp 100 miliar. Mereka tertarik mengembangkan hotel menengah di kawasan ini karena pengembalian kapitalnya terhitung cepat.

“Kami memproyeksikan break even point (BEP) enam tahun mendatang dengan target tingkat hunian kamar sebesar 80 persen per tahun. Dus, kami tak perlu membangun fasilitas lain berbiaya tinggi dalam hotel ini seperti kolam renang ukuran standard, ruang konvensi dan lain-lain. Jadi, kami memandang, investasi hotel bintang tiga di Mega Kuningan sangat prospektif,” imbuh Rudy.

Best Western International sendiri hingga akhir tahun 2015 akan mengoperasikan 12 properti baru, menjadi total 18 properti. Hotel tersebut antara lain berlokasi di Jakarta, Bali, Malang, dan Banjarmasin.Sumber: properti.kompas.com

ideaonline.co.id