Sinking Fund: Biaya Cadangan untuk Perbaikan Hunian Jangkung

Big Banner

Sinking fund, biaya wajib bagi pemilik atau penghuni atas persetujuan Rapat Umum Anggota Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) digunakan untuk perbaikan-perbaikan besar.

 

Masalah biaya-biaya yang dibebankan sang pemilik Rumah Susun termasuk apartemen, kondominium dan rusunami sebenarnya telah dimulai sejak awal proses transaksi pembelian yang dilakukan.

 

Dalam bukunya Panduan Hukum untuk Pemilik/Penghuni Rumah Susun (Kondominium, Apartemen dan Rusunami) yang ditulis Erwin Kallo menyebutkan jadi bukan hanya terkait iuran pemeliharaan saja yang wajib dibayar. “Sang pemilik atau penghuni perlu memahami besaran nilai atau persentase yang harus dikeluarkan pembeli pada saat akan melakukan transaksi pembelian maupun oleh pemilik atau penghuni saat telah menempati unitnya,” jelasnya.

 

Biaya-biaya yang muncul tersebut menjadi kewajiban pembeli sejak dia masih sebagai pemesan. Nah, salah satunya sinking fund atau dana cadangan.

 

Biasanya sinking fund digunakan untuk perbaikan-perbaikan besar rusun. Misalnya, pengecatan dinding rusun, perbaikan lift, penggantian mekanikal dan elektrikal serta dana cadangan pasa saatnya nanti bisa dijadikan sebagai biaya perpanjangan sertifikat induk atau asuransi rusun dan lain-lain.

 

Namun ada besaran sinking fund dari awal jadi tidak menunggu sisa dari service charge. Dalam proses penetapan nilai besaran sinking fund ini, harus dilakukan secara transparan dan akuntabilitas nilainya bisa dipertanyakan semua penghuni lewat persetujuan Rapat Umum Anggota Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS).

 

Sinking fund yang diperoleh dari seluruh penghuni rusun oleh seluruh penghuni rusun oleh PPRS bisa dikategorikan sebagai deposit atau dana pinjaman dan diakui sebagai penghasilan atau biaya pada saat digunakan untuk rehabilitasi Benda dan Bagian Bersama. Bahkan, bisa diperlukan dan mendapat kesempatan segenap penghuni.

 

Haryanto
Foto: Haryanto

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me