Belajar Tentang Lokalitas dari Arsitek Kenamaan Jepang

Big Banner

Jika Anda mencari nama Kengo Kuma di mesin pencari, seperti Google, Anda akan menemukan banyak artikel yang mengaitkan namanya dengan gaya arsitektur yang natural, berkelanjutan (sustainable), dan satu hal lagi, kata lokal. Pada kunjungannya ketika ke Indonesia untuk memberikan kuliah umum, tak salah jika ia bercerita seputar tema “Lokalitas”.

Dari sekian banyak karya yang dipresentasikannya, ada beberapa poin yang bisa disimpulkan. Pertama, Kengo Kuma tidak pernah menebang pohon atau tumbuhan, yang ada di sekitar lahan dimana bangunan akan dibangun. Kedua, ia selalu memperhatikan lingkungan sekeliling lahan, sejarah, bangunan lama, keadaan alam, iklim, dan sebagainya, menurut Kuma, sangat berpengaruh pada karya arsitektur yang akan dibuatnya. Ketiga, ia selalu menggunakan material lokal, yang diproduksi paling dekat dengan lokasi pembangunan, kalau perlu tanpa menggunakan transportasi atau pengangkutan sama sekali.

Menurutnya, seorang arsitek tidak bisa hanya ingin mewujudkan kreativitas saja. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari lingkungan, ia mengambil istilah “berteman” dengan lingkungan sekitar. Setelah itu barulah membuat desain yang sesuai dengan lingkungan, yang sudah menjadi “teman” kita. Konsep seperti ini, menurutnya, akan membuat bangunan menjadi bagian menyatu dengan lingkungan.

Foto: Dok. Kengo Kuma and Associates 

Original publish 2011

ideaonline.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me