Inilah Tips Menentukan Harga Sewa Rumah (I)

Big Banner

Harga sewa  properti khususnya rumah tinggal tergantung dari harga properti atau nilai properti rumah tinggal yang bersangkutan.

 

Peningkatan investasi properti pun sudah mulai terlihat secara fisik di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Medan. Pengembangan kawasan pusat perbelanjaan, apartemen dan perumahan mulai gencar dilakukan para pengembang, mengikuti pertumbuhan permintaan pasar dan makin membaiknya daya beli masyarakat.

 

Berinvestasi di sektor properti selain berpeluang untuk dapat memperoleh keuntungan dari apresiasi atau peningkatan nilai jual properti, Anda  juga dapat menikmati keuntungan dari penyewaan properti yang bersangkutan. Tetapi satu hal yang perlu Anda antisipasi adalah investasi properti merupakan investasi yang  tidak likuid, sehingga butuh waktu lama untuk menjualnya. Karena itu, investasi di properti merupakan investasi jangka menengah dan panjang sekitar 5 – 10 tahun. Berikut ini beberapa hal menentukan harga sewa properti. Artikel ini merupakan bagian pertama dari Inilah Tips Menentukan Harga Sewa Rumah.

 

1.         Harga sewa  properti khususnya rumah tinggal tergantung dari harga properti atau nilai properti rumah tinggal yang bersangkutan. Harga sewa dari penyewaan properti rumah tinggal secara umum berkisar antara 3-5 % per tahun dari nilai properti yang bersangkutan. Jadi jika Anda memiliki rumah di Depok senilai  Rp 276 juta, maka harga sewa yang wajar per tahun berkisar antara  Rp 8,2 juta – Rp 13,8 juta.

 

Walaupun tingkat harga sewa  properti  rumah tinggal  tergolong rendah dibanding ruko dan apartemen tetapi berinvestasi dengan membeli rumah tinggal tetap menarik  untuk dilakukan karena keuntungan dari peningkatan nilai jual properti rumah tinggal cukup tinggi, rata-rata dapat mencapai  10-15 % per tahun asalkan lokasinya berada di  kawasan-kawasan perumahan yang sedang berkembang.

 

2.         Pada umumnya berinvestasi dengan beberapa properti yang memiliki harga sewa menengah risikonya lebih kecil daripada berinvestasi satu properti dengan harga sewa yang tinggi. Di samping itu, properti rumah tinggal dengan harga sewa menengah dan nilai propertinya yang belum tinggi masih memungkinkan untuk peningkatan nilai jual properti di masa yang akan datang. Sedangkan untuk properti  rumah tinggal yang nilai jualnya sudah tergolong tinggi, umumnya berada di kawasan yang sudah memasuki tahap mature atau matang dalam siklus pertumbuhan kawasan kotanya, sehingga peluang untuk memperoleh gain dari peningkatan nilai jual properti relatif kecil.

 

Berinvestasi dengan membeli properti rumah tinggal yang memiliki harga sewa dan nilai jual yang tinggi dapat menguntungkan  sepanjang permintaan pasar sewa rumah tinggal di daerah tersebut masih cukup tinggi  dan Anda dapat menjamin tidak ada faktor-faktor yang dapat menurunkan nilai jual dan tingkat harga sewa properti rumah tinggal tersebut.

 

Haryanto
Foto: Haryanto

rumah123.com