Cermati Hal Ini, Saat Membeli Rumah Lawas Melalui KPR

Big Banner

Saat Anda membeli rumah sekunder melalui KPR harus mencermati beberapa hal.

 

 

Apa yang terbayangkan tatkala Anda membeli rumah menggunakan KPR (kredit pemilikan rumah)? Hampir pasti, Anda membayangkan rumah yang baru selesai dibangun. Bersama keluarga, Anda-lah penghuni pertama rumah tersebut.

 

Tapi, bisa saja sebaliknya. Menggunakan KPR, Anda sekeluarga bisa saja menempati rumah yang sebelumnya lama dihuni keluarga lain. Ya, menggunakan KPR, Anda dapat membeli rumah sekunder. Beberapa bank di Tanah Air menyediakan fasilitas pembiayaan KPR untuk rumah sekunder.  

 

Memang membeli rumah sekunder memiliki sejumlah keuntungan diantaranya harga dapat dinegosiasikan, rumah sudah siap huni, dan biasanya lingkungan sekitar rumah itu sudah ramai.

 

Namun ada nilai minusnya, seperti kondisi nyata dari rumah bisa saja tak diketahui, harus mengeluarkan dana renovasi agar rumah itu pas dengan selera Anda, dan uang muka KPR sulit diprediksi karena sangat bergantung pada hasil penilaian bank.

 

Nah, dalam hal penilaian, penentu harga rumah adalah tim penilai bank ataupun perusahaan independen yang bekerja sama dengan bank. Untuk itulah keuntungan dan kerugian membeli rumah sekunder melalui KPR.

 

Pun, tatkala membeli rumah sekunder, Anda harus mencermati sejumlah hal lagi. Pertama, dari segi bangunan rumah, cermatilah hal-hal ini: kondisi fisik, ketersediaan fasilitas listrik-air-telepon, kemudahan transportasi, dan bebas-tidaknya rumah itu dari banjir. Kedua, dari segi dokumen, pastikan keabsahan dokumen, seperti SHM (Sertifikat Hak Milik) atau HGB (Hak Guna Bangunan). Di situ, pastikan bahwa rumah tidak sedang disengketakan ataupun dijaminkan.

 

Selanjutnya, dari segi persyaratan untuk mendapatkan KPR, rumah sekunder tak berbeda dengan rumah baru. Biasanya pihak bank memiliki persyaratan untuk calon nasabah kredit dalam membeli rumah sekunder adalah melampirkan salinan dokumen berikut: KTP, kartu keluarga, akta nikah, akta kelahiran, dan rekening tabungan atau giro tiga bulan terakhir.

 

Tak hanya itu, calon nasabah yang berstatus karyawan harus melampirkan surat keterangan tempat kerja, slip gaji terakhir, dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) pribadi. Adapun calon nasabah yang berstatus pengusaha mesti melampirkan salinan akta pendirian perusahaan, salinan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) perusahaan.

 

Sebenarnya ada sedikit pembeda. Yakni, untuk kredit rumah sekunder, calon nasabah pun harus melampirkan salinan dokumen, seperti salinan SHM, salinan IMB (Izin Mendirikan Bangunan), salinan denah bangunan, dan salinan pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Dan kelak, setelah KPR disetujui, calon nasabah harus menyerahkan SHM asli ke bank ataupun notaris yang ditunjuk bank.

 

Itulah hal-hal yang perlu dicermati atau diketahui pembaca yang ingin membeli rumah sekunder dengan KPR.

 

Haryanto
Foto: Haryanto

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me