Harga Tinggi, Perkantoran Pindah Ke Pinggiran Jakarta

Big Banner

Meskipun riset Colliers International menyebutkan bahwa tingkat hunian perkantoran kuartal II 2013 tetap stabil, berkisar antara 94 hingga 98 persen untuk semua segmen, namun menyisakan sejumlah kekhawatiran. Di antaranya tidak terserapnya pasok kantor baru di pusat kota oleh penyewa akibat harga yang kelewat tinggi.  Menurut Director Office Services Colliers International Bagus Adikusumo, harga sewa tertinggi perkantoran di CBD Jakarta sudah mencapai angka 50 dollar AS (Rp 496.525) per meter persegi per bulan, di luar biaya servis. Angka ini tertinggi dalam sejarah perkantoran di Indonesia.

“Untuk perusahaan yang sudah lama beroperasi di Indonesia, peningkatan harga sewa dapat menjadi masalah. Mereka yang baru saja menghabiskan masa sewanya harus berhadapan dengan kenaikan harga begitu tinggi. Hal ini dapat menjadi salah satu pertimbangan pilihan bagi perusahaan, apakah akan melakukan ekspansi atau efisiensi, atau akan memaksimalkan sumber daya yang sudah ada,” ujar Bagus.

Sementara Director Value Add Service NAI Indonesia, Bernanto Soerojo, mengkhawatirkan terjadinya relokasi dan ekspansi besar-besaran dari CBD Jakarta ke kawasan pinggiran sebagai dampak ketidakmampuan pasar menyerap ruang-ruang kantor dengan tawaran harga selangit. Jika hal ini terjadi, akan memicu koreksi harga. “Apalagi saat ini, kecenderungan yang terjadi, berkurangnya jumlah penyewa baru. Saya tidak melihat ada signifikansi dalam ruang kantor baru yang tersewa. Karena saat ini hingga 2014 mendatang, pasar memilih menunggu. Sepi akan menjadi ancaman,” ungkap Bernanto kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (9/7/2013). Kekhawatiran lainnya adalah, pengembangan perkantoran, lanjut Bernanto, tidak paralel (in line) dengan pembangunan infrastruktur. Para pengembang lebih perduli membangun di lokasi tertentu yang strategis dan ruang-ruang kantornya terjual atau tersewa. Sementara kondisi penyewa tidak diperhatikan.

“Saat ini, untuk mencapai kantor di CBD Jakarta, setidaknya membutuhkan waktu 1 hingga 1,5 jam dari kawasan hinterland Jakarta. Pemimpin perusahaan bolehlah tinggal di apartemen dekat kantor, tapi bagaimana dengan karyawannya? Apakah perusahaan tersebut mau memberikan subsidi dana hunian? Ini merupakan cost baru,” imbuh Bernanto.

Jadi, wajar bila kemudian pembangunan perkantoran di koridor baru seperti MT Haryono, Simatupang, dan Pondok Indah, menjadi fenomenal. Dengan tawaran harga yang terbilang kompetitif, sekitar Rp 150.000-250.000 per meter persegi per bulan di luar biaya servis, perkantoran baru di kawasan ini lebih menarik minat penyewa ketimbang di pusat Jakarta.

Sumber: properti.kompas.com

ideaonline.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me