Yuk, Manfaatkan Material Bekas

Ilustrasi: Anda bisa memanfaatkan material bekas dalam merenovasi

 

Memiliki rumah idaman memang dambaan setiap insan. Wajar dalam proses membangun rumah tersebut diperlukan perbaikan atau renovasi sana sini agar menjadi sempurna.

 

Seperti yang dilansir Architectural Digest dalam aktivitas renovasi rumah tak lepas dari kegiatan membongkar serta mengganti material atau furnitur. Kegiatan ini selalu menghasilkan sampah dan barang-barang yang tidak terpakai. Misalnya puing, kusen dan pintu lama, kayu-kayu sisa bongkaran atap, atau besi-besi teralis dan pagar yang sudah berkarat.

 

Seringkali pemilik rumah tidak mau ambil pusing dengan barang-barang ini. Tinggal bayar tukang untuk menyingkirkannya ke tempat pembuangan. Atau paling bagus, dijual dengan harga murah ke penampung barang bekas. Berikut ini beberapa tips untuk memanfaatkan material bekas dalam merenovasi:

 

1. Jangan buang puing-puing bekas bongkaran dinding. Selain untuk ruangan, Anda juga bisa memisahkan bata yang kondisinya masih bagus. Gunakan bata-bata ini untuk memberi aksen pada salah satu dinding Anda. Beri coating untuk mempercantik penampilannya.

 

2. Asal kondisi kayunya masih bagus, pintu lama Anda masih bisa dipakai lagi. Perbaiki permukaannya yang sudah mulai usang dengan mengecat ulang. Ubah pintu ini jadi pintu geser dengan menambahkan rel pada dinding.

 

3. Inilah keuntungan punya kabinet dapur knock down, bisa dibongkar pasang ketika Anda merenovasi. Jangan buru-buru diganti kalau kabinetnya sudah mulai usang. Ganti saja pelapisnya atau cat ulang dengan warna yang berbeda. Mengganti handle-nya saja juga bisa membuatnya tampak baru.

 

4. Anda punya koleksi guci keramik lama, atau vas metal yang sudah mulai usang. Gunakan barang-barang tadi untuk mempercantik taman rumah Anda dengan menggunakannya sebagai pot. Jangan lupa melubangi bagian bawahnya. Semakin udang dan termakan usia justru semakin baik penampilannya.

 

Haryanto
Foto: Haryanto

rumah123.com