Hati-hati! Kebakaran Rawan Terjadi di Bulan Puasa

Big Banner

Sekitar 70% kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik (korsleting). Bisa karena jaringannya, peralatannya, atau faktor kelalaian manusia yang berkaitan dengan listrik. “Misalnya, terlalu banyak penggunaan listrik pada satu titik hingga terjadi pengumpulan daya yang mengakibatkan panas. Jika di sekitar kabel ada barang yang mudah terbakar, musibah pun terjadi,” jelas Subejo, Kepala Dinas Damkar PB Provinsi DKI Jakarta.

 
Masih banyak pemicu lainnya, mulai  dispenser air yang sudah kosong namun tetap dibiarkan menyala, kipas angin yang tidak dimatikan, hingga kompor gas bocor atau kabel regulator tabung gas yang rapuh. Musim kemarau dan bulan puasa adalah dua waktu dimana risiko kebakaran muncul lebih tinggi. Di musim kemarau, cuaca yang panas dan sumber air yang berkurang membuat api cepat menjalar. Sedangkan pada bulan puasa, orang yang memasak di malam hari memiliki risiko mengantuk sehingga lengah saat beraktivitas di dapur. “Masyarakat harus terus diingatkan dan  diedukasi tentang cara hidup yang aman dari kebakaran,” ungkap Subejo lagi.

Lambatnya penanganan kebakaran bukan terjadi karena ketidaksiapan petugas. Ironisnya, kendala di lapangan justru kerap muncul dari kondisi jalanan di ibu kota.  “Lambatnya mobil kami sampai ke lokasi lebih banyak karena menghadapi kemacetan di jalan,” ungkap Irwan, Kepala Bidang Operasi Damkar PB Provinsi DKI Jakarta. Selama kondisi jalanan di Jakarta masih seperti saat ini, masalah itu akan berlangsung terus.

Menghadapi situasi yang ada, Dinas Pemadam Kebakaran DKI mencoba memberdayakan masyarakat. Caranya, dengan memberi penyuluhan dan simulasi kebakaran. Dinas Kebakaran DKI pun telah menyerahkan fire motor (motor pemadam kebakaran) kepada sejumlah RW (rukun warga) di wilayah yang rawan kebakaran. Motor-motor itu bisa masuk ke jalan kecil, sehingga dapat cepat menjangkau lokasi di gang-gang sempit.

“Saat ini sudah 50 motor yang kita sebarkan di sejumlah RW,” terang Irwan. Dengan motor-motor itu, diharapkan kebakaran di pemukiman padat bisa lebih cepat diatasi dan memakan sesedikit mungkin korban harta dan jiwa.

Foto: Dok. iDEA

ideaonline.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me