Pasokan Terbatas dan Harga Tinggi, Gambaran Residensial Mewah di Jakarta

Big Banner

Pembangunan apartemen mewah di kawasan Mega Kuningan, Jakarta

 

Di Jakarta, pasokan properti residensial mewah saat ini terbatas. Hal itu tentunya akan berdampak pada harganya semakin tinggi. Hingga saat ini pasokan sekitar 90.000 unit, jumlah itu masih kurang dibandingkan jumlah penduduk Jakarta yang mencapai 20 juta jiwa.

 

Menurut Luke Rowe, Head of Residential Project Marketing Jones Lang LaSalle Indonesia, dengan pertumbuhan properti mewah di Jakarta pada kuartal II/2013 sekitar 9% membuat harga residensial di Jakarta lebih tinggi dibandingkan dengan harga kota-kota lain di Asia. “Kenaikan harga residensial mewah Jakarta lebih unggul dibandingkan dengan kota-kota seperti Beijing maupun Hong Kong,” jelas dalam keterangan rilis yang diterima Rumah123 di Jakarta (21/8).

 

 

Dalam Jones Lang LaSalle Residential Index kuartal I/2013 menyatakan Jakarta lebih tinggi harga rata-rata di Beijing yang naik sekitar 6,7% karena beberapa proyek properti mewah di kota itu pada kuartal tersebut. Sementara Hong Kong yang mencatatkan sekitar 0,3% walaupun di negara itu adanya pengetatan pembatasan yang mempengaruhi aktivitas penjualan. Bangkok dan Manila juga melihat sedikit kenaikan nilai modal selama kuartal tersebut, sementara harga di Kuala Lumpur tetap diam atau stagnan.    

 

Dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, pertumbuhan harga residensial mewah di Jakarta ini meningkat 34,2%. “Banyak pengembang lokal yang memperoleh penjualan yang lebih tinggi dari target sebelumnya. Sekitar 70% proyek yang baru diluncurkan tersebut pun telah terjual,” kata Rowe.

 

Haryanto
Foto 1: Haryanto

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me