Manado : Harga Properti Paling Tinggi

Big Banner

Di triwulan II-2013, Manado mengalami kenaikan harga properti residensial tertinggi diantara kota-kota di Indonesia.

 

Kawasan di Sulawesi Utara yakni Manado memiliki harga kenaikan properti paling tinggi diantara kota-kota di Indonesia. Hal itulah berdasarkan Survei Harga Properti Residensial yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (16/8).

 

Survei itu menyebutkan berdasarkan wilayah, kenaikan harga properti residensial paling tinggi terjadi di wilayah Manado sekitar 9,70%, (qtq) terutama untuk rumah tipe menengah sekitar 21,78%. “Kenaikan harga properti di Manado sejalan dengan meningkatnya perekonomian di daerah tersebut sebagai representasi berkembangnya daerah Kawasan Indonesia Timur,” jelas survei itu.

 

Nah, peningkatan harga juga terjadi cukup tinggi di wilayah Surabaya sekitar 4,19%, terutama pada rumah tipe menengah sekitar 5%.

 

Namun dalam 5 (lima) tahun terakhir terlihat tren pertumbuhan harga properti residensial kenaikan harga paling tinggi juga terjadi di wilayah Surabaya 18,85% dan Manado 16,91%. Meskipun harga rumah tipe kecil mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi, sejak triwulan II-2013 pertumbuhannya sudah mulai melambat. Sebaliknya, pertumbuhan harga rumah tipe menengah dan besar sampai dengan triwulan II-2013 masih mengalami akselerasi.

 

Secara tahunan (yoy), harga properti residensial pada triwulan II-2013 meningkat lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya. Indeks harga properti residensial secara tahunan tercatat mengalami peningkatan sebesar 12,11%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga pada periode triwulan I-2013 sekitar 11 % (yoy).

 

Survei Harga Properti Residensial (SHPR) oleh Bank Indonesia merupakan survei triwulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1999 terhadap sampel pengembang proyek perumahan (pengembang) di 12 kota yaitu Medan, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.

 

Haryanto
Foto: Dedy Mulyadi

rumah123.com