Selain Wisatawan Asing, Intiwhiz Membidik Pebisnis

Big Banner

Meningkatnya jumlah wisatawan, serta menjamurnya hotel di Bali tidak menyurutkan para developer membidik bisnis tersebut.

 

Kendati pasar hotel kian padat, hotel baru pun terus bermunculan. Salah satu hotel yang baru saja beroperasi adalah Grand Whiz Hotel Nusa Dua milik PT Intiwhiz Internasional, anak usaha PT Intiland Development Tbk (Intiland).

 

Grand Whiz Hotel Nusa Dua merupakan hotel kedua milik Intiwhiz yang sengaja dihadirkan untuk menyasar kebutuhan bagi para wisatawan dan pebisnis. Manajemen Intiwhiz menilai kebutuhan pasar perhotelan di pulau Bali sangat tinggi.

 

“Kami akan terus berkomitmen memperluas jaringan hotel Intiwhiz di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Bali. Hotel ini akan menjadi flagship bagi jaringan hotel Intiwhiz di pulau Bali,” ungkap Moedjianto Soesilo Tjahjono Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Intiwhiz.

 

Menurut Moedjianto, perluasan jaringan ini bisa dilihat dari tren pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali. Pada tahun 2012 jumlah kunjungan wisman ke Bali tercatat mencapai 2,8 juta dan tahun ini ditargetkan menjadi 3,1 juta orang. “Perluasan kawasan bandara menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke Bali,” kata Moedjianto.

 

Tahun pertama beroperasi, Intiwhiz menargetkan tingkat hunian atau okupansi Grand Whiz Hotel Nusa Dua bisa mencapai 70 persen. Selain menyasar segmen wisatawan, hotel ini juga menyasar segmen bisnis, terutama untuk kebutuhan MICE.

 

Intiwhiz juga berencana memperluas jaringan hotel di sejumlah kota di Indonesia. Strategi pengembangan jaringan hotel tersebut ditempuh lewat berbagai skema, seperti kerjasama strategis dengan pemilik tanah, buildoperate-transfer (BOT), maupun sebagai manajemen operator hotel.

 

“Untuk jaringan hotel lainnya, kami sudah mendapatkan tambahan lokasi baru seperti di Bojonegoro, Purwokerto, kawasan kuningan Jakarta, dan Sentul Jawa Barat. Saat ini kami telah mengembangkan 32 hotel, sebagian sudah beroperasi, tahap konstruksi, dan tahap desain serta perizinan,” ungkap Moedjianto.

 

Selain Grand Whiz Hotel Nusa Dua, pihaknya juga akan mambuka Whiz Hotel Cikini dan Whiz Hotel Balikpapan di tahun ini. Tahun depan, rencananya segera membuka beberapa hotel baru seperti Whiz Hotel Sunter, Bogor, Palembang, Banjarmasin, Denpasar, dan Yogyakarta.

 

Intiwhiz menargetkan memiliki atau mengelola sedikitnya 3.500 kamar di seluruh jaringan hotel Intiwhiz di berbagai kota pada tahun 2015. Jumlah tersebut diyakini akan terus meningkat hingga mencapai lebih dari 5.000 kamar di tahun 2017.

 

Dedy Mulyadi
Foto : Istimewa

rumah123.com