Uang Muka 50 Persen Untuk Rumah Kedua, Apa Acuannya

Big Banner

Besar persentase end user di Indonesia masih jauh lebih besar ketimbang investor.

 

Kebijakan Pemerintah tentang uang muka sebesar 50% untuk rumah kedua, rupanya menuai komentar. Kekhawatiran soal bubble properti pun dianggap berlebihan.

 

Jika lembaga analisia properti Jones Lang LaSalle, melangsir soal stabilitas indikator makro-ekonomi perkembangan pasar properti masih berada dalam level yang positif dan jauh dari isu bubble properti. Apa pandangan Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) soal kebijakan itu?

 

“Kami selaku pengusaha akan senantiasa mengikuti apapun kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah. Namun, jika Pemerintah menerapkan kebijakan uang muka sebesar 50% untuk rumah kedua, kami justru mempertanyakan apa acuannya,” ungkap Eddy Hussy, Sekretaris Jendral DPP REI.

 

Menurut Eddy, kekhawatiran Pemerintah akan dampak bubble nyatanya masih jauh dari dampak buruk itu. Bahkan, dari indikasi pinjaman kredit konsumen terhadap perbankan atau Non Performing Loan (NPL) yang terjadi masih dalam taraf normal.

 

Eddy Berpendapat, jika kecenderungannya pada rumah tipe 70m2. Disarankan untuk tidak berpatokan pada tipe rumah seperti ini. Karena untuk tipe yang sama, di wilayah berbeda di Indonesia nilai jualnya pun berbeda. Patokan ini tidak bisa diimplementasikan di seluruh Indonesia.

 

“Kami berharap, kebijakan tersebut tidak mengarah pada indikasi pengereman bagi para investor properti. Besar persentase end user di Indonesia masih jauh lebih besar ketimbang investor,” tegaskannya.

 

Memang jika melihat tiga tahun kebelakang industri properti terkesan menggairahkan. Tapi Indonesia bukan area yang diminati oleh investor asing. Angka investor asing di Indonesia masih kecil sekali.

 

“Peran REI menanggapi masalah ini, pastinya kami akan duduk bersama pemangku kebijakan untuk dapat memahami apa yang menjadi kendala Pemerintah sehingga menerapkan kebijakan tersebut,” paparkan Eddy.

 

“Dengan demikian, kami dapat memberikan masukan kepada Pemerintah. Bahwasannya kondisi di lapangan saat ini, masyarakat masih membutuhkan rumah,” ucap Eddy.

 

Dedy Mulyadi
Foto : Dedy Mulyadi

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me