Ada Gula di Timur Jakarta

Big Banner

Salah satu proyek Metland di kawasan Transyogi, Bekasi.

 

Ada pepatah jadul (jaman dahulu—Red) yang hingga saat ini masih berlaku. Seperti ada gula ada, ada semut. Pepatah itu pas menggambarkan satu hal yang kini terjadi di dunia properti di kawasan Timur Jakarta dan sekitarnya seperti Bekasi, Cikarang dan Karawang.  

 

Dibanding kawasan lain di kawasan itu memenuhi hampir semua persyaratan kawasan prospektif. Infrastrukturnya lengkap-bagus, terlebih kedepannya kawasan ini akan dibangun pelabuhan internasional maupun bandara udara melengkapi yang sudah ada seperti Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Udara Soekarno-Hatta. Alhasil, Timur Jakarta semakin diincar banyak orang yang mencari lahan tempat tinggal.

 

Selama ini,  kawasan ini jaraknya memang tidak jauh dari Jakarta. Tapi, menyebut nama kawasan tersebut, kita langsung membayangkan lalu lintas nan cukup sesak. Begitulah kalau kita menyebut kawasan Timur Jakarta dan sekitarnya. 

 

Perkembangan kawasan Timur Jakarta kian mengalami peningkatan dan menjadi lokasi favorit. Pada tahun lalu saja, hampir 98% dari keseluruhan penjualan tanah industri terjadi di kawasan-kawasan tersebut, sedangkan sisanya diserap kawasan industri di Serang dan Tangerang.

Berdasarkan data dari Cushman & Wakefield Indonesia, menyatakan sebagian besar pasokan pada tahun lalu lokasi di kawasan Timur Jakarta terutama di Cikarang. Kondisi itu karena mayoritas profil usaha investor yang masuk sejak akhir tahun lalu berasal dari industri manufaktur dengan tingkat polusi relatif rendah seperti otomotif, komponen kendaraan, elektronik dan industri makanan.

 

Melihat kian seksinya kawasan Timur Jakarta, banyak pengembang nasional mulai menancapkan taringnya di kawasan ini. Lihatlah, Metropolitan Land (Metland) yang turut mengembangkan kawasan Timur Jakarta yakni Cikarang. Menurut Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Ir. Nanda Widya, kawasan Cikarang khususnya mulai banyak dilirik investor ataupun end user properti. “Perumahan-perumahan baru pun kian menjamur di sana. Belum lagi perumahan lama yang selama ini seakan mati suri, sekarang kembali menggeliat,” jelasnya di sela-sela topping off @HOM Hotel Cirebon kepada Rumah123 di Cirebon (17/6).

 

Lebih lanjut ia memaparkan soal pengembangan landed house di kawasan Cikarang. “Kami akan mengembangkan landed house kelas menengah bawah di kawasan Cikarang. Saat ini kami sudah mendapatkan lahan sekitar 100 hektar. Dan akan berkembang menjadi 100 hektar lagi. Dan, proyek di Cikarang ini merupakan proyek real estate yang kedelapan,” ungkap Nanda.

 

Tak hanya itu, Metland pun akan mengembangkan di kawasan Karawang. “Untuk di Karawang itu, rencananya untuk mengembangkan proyek kawasang industri. Dan ini menunggu 2-3 tahun lagi. Proyek landed house kami yang terakhir di Cibitung sekitar 400 hektar dan animonya cukup baik,” tutur Nanda.

 

Haryanto
Foto: Haryanto

rumah123.com