Lokasi, Masih Jadi Alasan Utama Mencari Rumah

Big Banner

Kebanyakan konsumen Indonesia dalam memilih huniannya berdasarkan pada lokasi.

 

Perkembangan Kota Jakarta dalam beberapa tahun terakhir, terutama dilihat dari sisi arus komuter dari pinggiran (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi/Bodetabek) dan Jakarta, makin tinggi intensitasnya. Bisa dikatakan, semakin hari makin banyak warga masyarakat dari kawasan pinggiran tersebut yang berkeinginan masuk ke tengah kota.

 

Kecenderungan ini memang dapat dimaklumi, mengingat kemacetan lalu lintas yang kondisinya semakin parah. Sementara, keberadaan sistem transportasi dari kawasan pinggiran ke kota seperti kereta api (KA) maupun bus angkutan umum kondisinya tidak semakin nyaman dan malahan semrawut. 

 

Apalagi, jika melihat dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang membuat ongkos semakin mahal. Karena itu, tak heran jika saat ini banyak para pencari rumah memilih lokasi untuk huniannya yang dapat dijangkau dengan aktivitasnya.

 

Pernyataan tersebut sesuai dengan Asia Property Sentiment yang merupakan survei tahunan yang diadakan oleh iProperty Group. Survei ini dilakukan di beberapa negara di Asia seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Hong Kong dan Thailand menyatakan kebanyakan konsumen Indonesia dalam membeli properti adalah faktor lokasi.

 

Dalam survei itu juga menyebutkan sekitar 75 persen responden di Indonesia berencana membeli properti dalam waktu dekat. Dan lebih dari setengah responden di Indonesia sekitar 64 persen memilih rumah sebagai properti pilihan mereka.

 

Nah, menariknya kebanyakan responden berniat untuk membeli properti seharga dibawah Rp200 juta meskipun mereka rata-rata telah menyiapkan dana sampai dengan Rp500 juta rupiah.

 

Haryanto
Foto: Haryanto

rumah123.com