Mendobrak Pasar dengan Harga Terjangkau

Big Banner

 

Satu lagi produsen semen hadir meramaikan pasar di Indonesia. Berkualitas, ramah lingkungan dan terjangkau adalah salah satu selling point nya  

 

Untuk menjadi produsen semen terbesar dan dikenal oleh masyarakat Indonesia, semen Merah Putih melakukan berbagai terobosan. Salah satunya mengedukasi produk di berbagai lini pemasaran.

 

Dalam memantapkan langkahnya di sektor industri bisnis properti, PT Cemindo Gemilang selaku pemegang merek semen Merah Putih, melakukan karnaval di tiga kota Medan, Jakarta dan Banten. Karnaval tersebut merupakan bentuk apresiasinya kepada para dealer yang selama ini mendukung mendistribusikan serta mempromosikan semen Merah Putih di pasar Indonesia.

 

Berkomitmen menghasilkan produk berkualitas yang juga ramah lingkungan. Semen Merah Putih meluncurkan semen dengan harga terjangkau dan berupaya memperluas distribusi jaringannya dipelosok nusantara.

 

Dalam presentasi singkatnya, Oza Guswara, General Manager Commercial Division Cemindo Gemilang mengatakan, sejak April 2012 lalu hingga kini, semen Merah Putih sudah tersebar di 14 provinsi. Penyebarannya berawal di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Cemindo Gemilang sendiri merupakan anak perusahaan PT Ganda Group, yang berbasis pada lini usaha kelapa sawit juga bisnis properti.

 

Menurut Oza, langkah awalnya melirik bisnis semen dimulai sejak 2009. “Awalnya kami melakukan kerjasama operasional dengan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur dalam mengoperasikan pabrik semen Kupang, yang kini telah menjadi market leader di wilayah Timur Indonesia,” terangkannya.

 

“Lewat terobosan tersebut, lahirlah semen Merah Putih pada 2011. Visi kami ingin menjadi produsen semen terbesar di Indonesia. Misi kami ingin memproduksi semen berkualitas terbaik, ramah lingkungan dan terjangkau,” kupasnya.

 

Untuk bisa bersaing, pihaknya kini tengah membangun dua pabrik. Untuk di Ciwandan, Banten Jawa Barat. Pabrik dengan kapasitas produksi 750.000 ton per tahun itu, rencananya akan beroperasi akhir 2013 ini.

 

Sedangkan pabrik di Bayah, Banten Jawa Barat, pihaknya mengklaim sebagai pabrik terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi klinker-10.000 ton perhari (setara dengan 12.500 ton semen per hari). Direncanakan  akan beroperasi di kuartal dua tahun 2015.

 

Sementara menunggu pabrik itu jadi, kebutuhan pelanggan semen Merah Putih di Indonesia saat ini dipasok dari pabrik Chinfon Cement Corporation di Vietnam dengan kapasitas produksi 4.5 juta ton semen per tahun. Untuk harga eceran, pihaknya melepas di angka Rp60 ribu persak untuk semen dengan berat 50 kilogram.

 

“Soal aplikasi produk dilapangan, kami menargetkan akan ada lebih dari 30.000 aplikator. Memberikan pelatihan-pelatihan kepada distributor serta memberikan gimmick kepada pemilik toko material yang mempromosikan semen ini,” ungkap Oza. Untuk membangun strategi bisnisnya, pihaknya juga telah menggadeng sejumlah kontraktor. “Agar mudah dikenal, kami mendobrak pasar dengan harga terjangkau,” ucapnya menutup presentasi.

 

Naskah : Dedy Mulyadi
Foto : Dedy Mulyadi

rumah123.com