Tapenas Griya Solusi Konsumen Soal Uang Muka KPR

Big Banner

Untuk memudahkan konsumennya, BNI Syariah juga telah bekerjasama dengan hampir semua developer di Indonesia.

 

Geliat properti yang begitu menarik, nyatanya berimbas pada permintaan KPR yang cukup tinggi.

 

Menurut data BNI Syariah, permintaan KPR terbesar masih berasal dari Jabodetabek. Selain di Jabodetabek, tingginya angka kontribusi KPR Griya khasanah milik BNI Syariah juga terjadi di wilayah Kalimantan seperti di Banjarmasin dan Balikpapan.

 

“Tapi tidak menutup kemungkinan, penyerapan KPR syariah juga bakal terus diminati di wilayah lainnya. Selain tingkat pendapatan masyarakatnya cukup tinggi. Mereka cukup potensi besar untuk segera memilik rumah,” ucap Endang Rosawati, Head of Marketing Strategi BNI Syariah. Menurutnya lagi, perkembangan properti yang begitu pesat telah mendorong pertumbuhan nasabahnya selama ini.

 

“Daya tarik konsumen memilih KPR di BNI Syariah, salah satunya adalah margin yang ditawarkan cukup kompetitif. Untuk jangka waktu KPR selama 5 tahun, margin fix yang kami hanya 6,24%, sedangkan 10 tahun 7,57% dan 15 tahun 8,91%,” terangkan Endang.

 

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan hampir semua developer di Indonesia. Untuk meningkatkan jumlah nasabahnya, BNI Syariah memberikan kemudahan pembiayaan kepada konsumennya.

 

Jika di KPR perbankan konvensional itu ada istilah gimmick berupa subsidi suku bunga, kalau di KPR BNI Syariah sendiri pihaknya lebih mengemas seperti tabungan perencanaan dengan produk Tapenas Griya.

 

Produk ini ditujukan untuk membantu konsumen membuat perencanaan guna mendapatkan KPR di BNI Syariah. Tabungan tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai uang muka KPR. “Kalau luas bangunan dibawah 70m2, konsumen cukup menyiapkan uang muka sebesar 10% saja dari nilai jual rumah tersebut. Sedangkan diatas luas bangunan 70m2, konsumen hanya butuh mempersiapkan uang muka sebesar 20%,” paparkan Endang.

 

Naskah : Dedy Mulyadi
Foto : Dedy Mulyadi

rumah123.com