Tiga Gaya Taman Vertikal

Big Banner

Salah satu tujuan taman vertikal adalah untuk mengurangi pencemaran udara

 

Taman vertikal adalah cara budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal dengan menggunakan sistem bertingkat. Taman jenis ini biasanya digunakan orang yang memiliki keterbatasan lahan di rumah.

 

Dalam buku Bambang Sulistyantara, dkk, Taman Atap: Konservasi Hijau di Atas Gedung menyebutkan taman vertikal merupakan sebuah ide baru untuk memanfaatkan bidang vertikal sebagai media tumbuh tanaman dengan atau tanpa tanah. Contoh sederhana yang telah lama dikenal adalah tanaman yang hidup pada pergola taman atau tanpa tanah pada bagian vertikal hingga taman batu artificial dengan menempatkan tanaman pada kantung tanah di bagian vertikal bangunan. Nah, jika Anda tertarik membuat taman vertikal, berikut ini beberapa gaya yang bisa dipilih.

 

Pertama, taman vertikal dengan gaya datar atau flaturistic. Gaya ini mengutamakan konsep desain modern yang menghadirkan kesan rumah masa depan. Kelebihannya terletak pada bentuknya yang mendatar sehingga tak perlu ruang luas.

 

Lalu, ada taman bergaya vertikal georelief. Dengan mengusung konsep desain dimana permukaan yang timbul keluar dengan pola desain terukur berbentuk bidang-bidang segi tiga. Sementara kelebihannya pada bentuk permukaannya yang memberikan kesan visual yang variatif walaupun agak membutuhkan ruang.

 

Dan gaya lainnya adalah taman vertikal archone yang merupakan lengkungan berbentuk kerucut. Bentuk ini terinspirasi dari tajuk pohon pinus. Salah satu keunggulan taman dengan gaya archone adalah bentuknya yang melengkung kerucut sehingga memberikan kesan visual modern yang khas.

 

Haryanto
Foto: Istimewa

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me