Pusat Perbelanjaan di Jakarta, Segera Diserbu Peritel Asing

Big Banner

Tahun ini akan ada 20 pemain ritel asing baru hadir di Indonesia. Ritel itu adalah department store dan hipermarket, selebihnya merupakan gerai-gerai khusus.

 

Menjamurnya pusat perbelanjaan (ritel) di kota-kota besar di Indonesia, rupanya telah mampu menarik minat peritel asing masuk ke Indonesia.

 

Dalam paparannya, lembaga riset properti Jones Lang LaSalle juga menggambarkan bagaimana peta bisnis ritel di Indonesia khususnya di Jakarta.

 

Menurut Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang LaSalle, khusus di Jakarta, bisnis ritel tak hanya diramaikan oleh peritel lokal, tapi juga peritel asing. Hal tersebut tercermin dari makin maraknya brand-brand asing yang baru masuk maupun akan segera masuk ke pasar dalam negeri.

 

Lebih lanjut Anton berargumen, tingginya minat peritel asing itu telah berkembang sejak 15-20 tahun lalu. Terlebih, ketika banyaknya pusat perbelanjaan kelas menengah atas muncul di Jakarta.

 

Brand seperti Sogo Department Store, Carrefour, Metro Department Store dan ACE Hardware pun mulai menjamur diberbagai pusat berbelanjaan. Jika dikalkulasi, tahun ini akan ada 20 pemain ritel asing baru hadir di Indonesia. Ritel itu adalah department store dan hipermarket, selebihnya merupakan gerai-gerai khusus.

 

Anton menjelaskan, indikator sukses peritel itu dapat dilihat dari jumlah gerai toko di Indonesia dan juga kinerja keuangannya.

 

Pada kesempatan yang sama, Todd Lauchlan, Country Head Jones Lang LaSalle Indonesia mengatakan bahwa, sektor properti ritel masih dibayangi oleh kompetisi yang cukup ketat antar pengelola mal.

 

“Fokus mereka sampai saat ini masih terpusat pada usaha menambah tingkat hunian dan jumlah pengunjung mal, belum kepada upaya menaikan harga sewa seperti yang terjadi di pasar perkantoran komersial,” kata Todd.

 

Di sisi lain, peritel yang sudah eksis maupun masih baru akan terus berlomba mencari lokasi terbaik untuk ekspansi toko mereka, sebagai upaya meningkatkan penetrasi serta potensi pasar yang ditenggarai berbagai kalangan, masih belum tergali secara maksimal.

 

Alasan peritel asing hadir kedalam negeri, karena masyarakat Indonesia termasuk dalam golongan masyarakat yang konsumtif. Saat ini Indonesia memiliki 45 juta orang yang termasuk kategori mampu membelanjakan uangnya di luar kebutuhan pokok.

 

Selain itu, orang Indonesia juga terkenal royal dalam menghabiskan uangnya terutama untuk makanan dan minuman.

 

Naskah : Dedy Mulyadi
Foto : Dedy Mulyadi

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me