Kemenpera Alokasikan Rp 2,7 T untuk Penyaluran FLPP

Big Banner

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mentargetkan penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk sekitar 350.000 unit rumah dengan total anggaran sekitar Rp 2,7 Triliun pada 2013.

Karena itu, Kemenpera mendorong partisipasi aktif dari sejumlah perbankan untuk menyalurkan dana FLPP. Selain itu juga mendorong serta para pengembang untuk meningkatkan jumlah pasokan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.

Saat ini sudah ada 6 bank swasta nasional dan 14 bank pembangunan daerah (BPD) yang telah bekerjasama dengan Kemenpera untuk penyaluran FLPP ini. Selain bekerjasama dengan perbankan pihaknya juga menggandeng asosiasi pengembang untuk ikut meningkatkan pasokan rumah untuk masyarakat.

“Kami targetkan tahun depan penyaluran FLPP untuk 350.000 unit rumah di seluruh Indonesia,” ujar Asisten Deputi Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kemenpera Iwan Nurwanto, di Jakarta, Selasa (27/11/2012).

Lebih lanjut, dirinya menerangkan, dari total 350.000 unit rumah tersebut nantinya akan terbagi dalam dua KPR. Pertama adalah KPR Rumah Sejahtera Tapak sebanyak 348.500 dan kedua KPR Rumah Sejahtera Susun sebanyak 1.500 unit.

Berdasarkan data yang dari Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU), kinerja penyaluran FLPP yang telah dilaksanakan oleh Kemenpera bersama sejumlah bank penyalur dari tahun 2010 hingga 2012 telah mencapai angka 152.885 unit rumah dengan nilai dana FLPP Rp 5,24 Triliun.

Sedangkan hingga pertengahan bulan November 2012, BLU PPP Kemenpera telah menyalurkan dana FLPP untuk 35.340 unit senilai Rp 1,03 T.

“Kami targetkan hingga akhir tahun 2012 setidaknya bisa tersalurkan dana FLPP untuk sekitar 80.000 unit. Hal itu dikarenakan masih ada sekitar 20.000 hingga 22.000 unit rumah hasil konversi KPR FLPP dari Bank BTN,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apersi Eddy Ganefo menyatakan, para pengembang yang tergabung dalam asosiasi pengembang tetap mendukung program penyaluran FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pasalnya kebutuhan rumah terus meningkat setiap tahunnya. Selain itu, adanya putusan Mahkamah Konstitusi terkait tidak adanya pembatasan ukuran pembangunan rumah sejahtera diharapkan bisa mengoptimalkan pasokan rumah untuk masyarakat.

“Kami tetap mendukung program penyaluran FLPP Kemenpera. Namun demikian, bank-bank di daerah banyak yang belum memahami dengan baik proses penyalurannya. Kami harap Kemenpera dan bank penyalur bisa mengintensifkan sosialisasi program ini agar tidak hanya dipahami oleh bank yang di pusat saja tapi juga bank-bank di daerah,” tandasnya.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me