BII Manjakan Nasabah Dengan KPR Floating Rate

Launching BII KPR Floating Rate di Jakarta (7/9).


Untuk mengatasi kesulitan mendapatkan rumah idaman, calon nasabah KPR memang harus ekstra jeli. Selama ini, biasanya mereka yang sedang mengambil kredit kepemilikan rumah (KPR) di bank swasta ataupun pemerintah, hanya menimbang besar suku bunga yang diberikan tanpa melihat lebih lanjut aspek lainnya.

 

Nah, untuk itu Bank International Indonesia meluncurkan program kredit pemilikan rumah (KPR) yang memungkinkan nasabah mendapatkan suku bunga floating terendah, yakni BI Rate + 3,5%, sejak pencairan kredit hingga jangka waktu kredit berakhir.

 

Program ini ditawarkan kepada masyarakat hingga Desember 2012. Jika melihat posisi BI Rate saat ini di 5,75% maka bunga KPR BII menjadi 9,25%.

 

Stephen Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII mengungkapkan program floating rate itu memberikan tabahan pilihan kepada nasabah selain suku bunga fixed dalam periode tertentu yang selama ini ditawarkan. “Dengan jangka kredit yang diberikan maksimal 15 tahun, apartemen dan ruko atau rukan maksimal 10 tahun serta kavling siap bangun maksimal 5 tahun,” tandasnya, saat peluncuran BII KPR Floating Rate di Jakarta (7/9).

 

Lebih lanjut Stephen mengatakan dengan program ini nasabah bisa digunakan untuk keperluan refinancing atau kredit multiguna dengan jaminan. “Dengan dana kredit Rp 100 juta hingga Rp 5 miliar. Sementara untuk refinancing berkisar dari Rp100 juta hingga Rp2,5 miliar,” sambungnya.

 

BII telah berhasil mencatat pertumbuhan kredit konsumer sebesar 16 persen (yoy) hingga Rp 22 triliun per 30 Juni 2012. Kredit konsumer tersebut memberikan kontribusi sebesar 30 persen dari total kredit BII.

 

Haryanto

Foto: Dedy Mulyadi

rumah123.com