Harga Properti Mewah di Asia Naik 3,4 Persen

Big Banner

Kuartal kedua di 2012, kinerja pasar properti mewah di Asia justru naik lebih tinggi dibandingkan pasar properti mewah di Eropa.

 

Sejak mengalami kenaikan harga rata-rata terendah pada kuartal kedua di 2009, hasil riset konsultan properti Knight Frank berdasarkan Indeks Prime Global Cities menyimpulkan bahwa kinerja 5% porsi segmen atas dari pasar properti di kota-kota utama dunia telah mengalami penurunan atau perlambatan yang cukup besar dengan pertumbuhan per kuartal rata-rata hanya sebesar 0,8%.

 

Ternyata kinerja pasar properti mewah di Asia masih cukup kondusif hingga kuartal 1 di 2012. Hal itu berkaitan dengan kebijakan ‘pendinginan’ pasar yang diberlakukan, dan terutama pembatasan kepemilikan rumah kedua, telah mengakibatkan penurunan sebesar 0.4% pada kuartal 1 di 2012.

 

Hasil riset Knight Frank yang diterima Rumah123 (1/8) itu menunjukan kawasan Asia dan Eropa memberikan pengaruh yang besar terhadap perbaikan kinerja Indeks di kuartal kedua tahun ini. Menariknya, harga properti mewah di Asia meningkat sekitar 3.4% selama 6 bulan tahun ini dibandingkan dengan persentasi kenaikan yang negatif pada bulan Maret 2011 sekitar 2.5%.

 

Justru harga di Eropa hanya naik sekitar 1.3% selama 6 bulan tahun ini.  Hal ini menunjukkan perbaikan kinerja, dari sebelumnya sebesar -3.4% pada bulan Maret 2011. Membaiknya kinerja pasar properti mewah di Asia pada kuartal kedua tahun ini terutama disebabkan oleh kuatnya kinerja pasar di kota-kota utama negara berkembang seperti Jakarta dan Bangkok ketimbang kota-kota utama di negara maju di Asia seperti Singapura dan Hong Kong.

 

Meskipun hasil riset ini menunjukkan hasil kinerja yang positif pada kuartal kedua tahun ini, namun pertumbuhan kinerja keseluruhan pasar properti mewah dunia diperkirakan masih akan stagnan. Sulit untuk melihat kemungkinan pertumbuhan harga yang signifikan dengan pertimbangan resiko-resiko negatif ekonomi global yang sedang dihadapi.

 

Lemahnya kondisi ekonomi Eropa, bersamaan dengan diterapkannya kebijakan pengetatan atau proteksionisme di Asia, diperkirakan akan menghambat atau membatasi pertumbuhan harga bagi pasar properti umum dan mewah sampai akhir tahun 2012.

 

Haryanto

Foto: Dedy Mulyadi

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me