Harga Rumah di Indonesia Naik 3,6 Persen

Big Banner

Kenaikan harga rata-rata dengan lokasi di pinggiran Jakarta mencapai sebesar 10%-30% selama 2011 dan diperkirakan akan naik sebesar 10%-20% di 2012.

 

Pertumbuhan kenaikan harga rumah di Indonesia memiliki kenaikan yang positif dibandingkan di Asia Tenggara.

 

Berdasarkan survei Bank Indonesia terbaru, hingga kuartal pertama di 2012 pertumbuhan harga perumahan di semua kota besar di Indonesia masih mengalami kenaikan sebesar 3.6% (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.  

 

Hal itu diamini Hasan Pamudji, Senior Manager Research, Knight Frank Indonesia, pada periode kuartal sebelumnya sejak akhir tahun 2011, laju pertumbuhan harga mulai melambat sebesar 1.2% pada kuartal keempat di 2011 menjadi 0.8% pada kuartal pertama di 2012.

 

“Pada kuartal 1 di 2012, Indonesia menempati peringkat 21 terbesar dari 53 negara di dunia yang di survei, untuk kenaikan harga rata-rata selama 12 bulan terakhir dan peringkat ke 6 setelah India, Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan dan New Zealand di Asia Pasifik,” ungkap Hasan dalam keterangan tertulis kepada Rumah123, kemarin, (15/6).  

 

Sementara itu, Nicholas Holt, Director of Research, Knight Frank Asia Pacific mengungkapkan bahwa Indonesia masih dipastikan menjadi pemain bintang di Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan harga yang konsisten di semua segmentasi pasar perumahan, meningkat sebesar 3.6% (yoy) dan 0.8% (qoq).

 

“Reputasi positif seputar Indonesia disandang mulai dari Triliun Dolar ekonomi (dalam istilah tingkat daya beli/Purchasing Power terms), pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkontrol baik dan kelompok kelas menengah yang membutuhkan perumahan,” tandas Nicholas.  

 

Data Knight Frank menyebutkan pasar properti menengah dan atas masih menunjukkan kinerja yang lebih tinggi ketimbang pasar properti pada umumnya meskipun penerapan pelaporan transaksi properti senilai diatas Rp500 juta masih terus dicermati. “Banyak pengembang masih melihat peluang kenaikan harga yang lebih tinggi dengan lokasi di pinggiran atau kota mandiri Jakarta dan makin gencar meluncurkan produk baru terutama kluster mewah dengan harga diatas Rp2 miliar,” imbuh Hasan.  

 

Kenaikan harga rata-rata dengan lokasi di pinggiran Jakarta mencapai sebesar 10%-30% selama 2011 dan diperkirakan akan naik sebesar 10%-20% untuk tahun ini. “Hal itu lebih aman dan stabil dengan imbal hasil yang menarik ketimbang portfolio investasi lain, kenaikan aksi investasi pribadi di sektor properti residensial menjadi salah satu faktor pemicu lonjakan harga selama dua tahun terakhir disamping tingginya kebutuhan konsumen untuk dihuni,” tambah Hasan.

 

Rumah di Cibubur

 

Haryanto

Foto: Haryanto

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me