L Avenue Lakukan Groundbreaking

Big Banner

Prosesi groundbreaking yang dihadiri oleh para jajaran manajemen dan stakeholder L Avenue (9/6).

 

Proyek apartemen dan perkantoran yang berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan ini direncanakan akan rampung pada Desember 2014.


Tren pembangunan properti mixed use seakan terus melesat. Hampir semua pengembang besar kini tengah menggarap proyek properti mixed use. Dan, bukan hal yang aneh lagi bila dijumpai apartemen, trade mall, perkantoran, dan hotel yang menyatu dalam satu lokasi.

 

Semua itu dipicu oleh adanya permintaan konsumen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang tersedia lengkap. Selain itu, juga dapat ditempuh dalam waktu singkat, tak perlu pergi jauh-jauh. Adanya permintaan ini menjadi peluang bagi pengembang.

 

Seperti yang dilakukan PT Bintang Rajawali Perkasa, perusahaan joint venture PT SinarMas Multiartha dan PT EuroAsia membangun L Avenue, proyek mix used development di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menurut Bunardi Limanto, Direktur PT Bintang Rajawali Perkasa, proyek L Avenue berdiri diatas lahan seluas 2,5 hektar nantinya akan memiliki 3 tower.

 

“Satu tower diperuntukan perkantoran dan 2 tower lainnya diperuntukan untuk apartemen,” jelasnya pada saat groundbreaking L Avenue (9/6). Sementara Gatot Sedyadi, GM Sales & Marketing PT Bintang Rajawali Perkasa, bangunan pada L Avenue memiliki keunikan tersendiri. “Itulah yang menjadi salah satu kelebihan L Avenue,” ungkapnya.

 

L Avenue, proyek mix used development yang terdiri apartemen dan perkantoran.

 

Lebih lanjut Gatot memaparkan bangunan L Avenue akan diterapkan green wall. “Semakin banyak penghijauan semakin banyak energi positif yang lahir. Kombinasi gaya hidup masyarakat Jakarta, geometri yang organik, green wall dan futuristik. Hal itulah yang ditawarkan di L Avenue dan akan berbeda dengan tempat-tempat lain,” ungkapnya.

 

Direncanakan 2 tower apartemen L Avenue memiliki jumlah total 584 unit dengan masing-masing tower terdiri dari 29 lantai. “Terdiri dari North Tower 243 unit dan South Tower dengan 341 unit,” tandas Bunardi. Tipe unit L Avenue apartemennya mulai dari 1 bedroom luasannya sekitar 58 meter persegi. Lalu, 2 bedroom dengan luas 100 meter persegi dan tipe 2 bedroom. Dan 3 bedroom dengan luas sekitar 157 meter persegi. Lalu, tower perkantoran memiliki desain yang unik terdiri dari 28 lantai.

 

Tiap lantainya memiliki luas yang bervariasi mulai dari 1.700 meter persegi hingga 2.000 meter persegi, total volume perkantoran 41.000 meter persegi. “Investasi yang dibutuhkan untuk membangun proyek L Avenue sebesar Rp900 miliar diluar dengan lahan, jika dengan lahan 2,5 hektare menjadi Rp1,2 triliun.

 

Masa pembangunan direncanakan selesai dalam 30 bulan – 36 bulan,” tutur Bunardi. L Avenue mulai dipasarkan pada 26 Januari yang lalu kata Bunardi. “Saat ini South Tower telah terjual lebih dari 50% dan kami targetkan hingga kuartal III tahun ini sudah terjual 70%.

 

Sementara perkantoran saat ini sudah terjual 40%. Setelah South Tower terjual 70%, baru kami akan memasarkan North Tower. Lalu pra-penjualan dari penjualan apartemen dan perkantoran L Avenue hingga saat ini sudah mencapai Rp500 miliar,” imbuhnya.

 

Haryanto

Foto : Dedy Mulyadi

rumah123.com