Mendeteksi Kecepatan Radiasi Matahari dengan Teknologi Tabung Aluminium

Big Banner

Aliran partikel yang terus menerus membombardir bumi tidak hanya berasal dari radiasi matahari, tetapi juga dari bintang dan galaksi. Sebuah studi dari para peneliti luar angkasa berhasil menciptakan terobosan baru yang dapat berkontribusi terhadap dunia pengetahuan, yakni tentang pembentukan dan evolusi tata surya, serta proses astrofisika yang terlibat di dalamnya. 

Seorang ilmuwan Helen White menciptakan teknologi canggih yang memanfaatkan tenaga radiasi matahari untuk mendengarkan “suara kehidupan” di luar angkasa. Teknologi yang melibatkan kekuatan radiasi matahari ini dipadukan dengan data real-time dari pesawat ruang angkasa NASA.

Advanced Composition Explorer (ACE) yang saat ini menjadi orbit di antara bumi dan matahari, mengukur arus plasma yang dipancarkan oleh sinar matahari dan mengirimkannya ke bumi. Serangkaian elektromagnetik beresonansi pada berbagai frekuensi, sehingga menyebabkan tabung aluminium bergetar dan mengeluarkan suara. Suara dan getaran di tabung aluminium itu berasal dari kecepatan radiasi matahari. Semakin besar radiasinya, semakin kencang suara dan getaran tabung, begitu pun sebaliknya. 

Teknologi ini dapat digunakan sebagai peringatan dini apabila suatu hari nanti terjadi badai matahari elektromagnetik yang menuju bumi, sehingga para ilmuwan dapat mempersiapkan pemadaman listrik, power surge dan kemungkinan terjadinya gangguan komunikasi satelit. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk meramalkan cuaca di tahun-tahun mendatang ketika manusia akan menjelajah luar angkasa.

Sumber: http://inhabitat.com

ideaonline.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me