Permintaan Ruang Perkantoran Terkonsentrasi di Gedung Grade A

Big Banner

Todd Lauchlan : Seiring kenaikan tingkat hunian, harga sewa ruang perkantoran di daerah CBD meningkat sebesar 5% tiap kuartalnya.

 

Walaupun dibayangi oleh dampak potensi inflasi serta rencana kenaikan BBM, permintaan di semua sektor properti di Jakarta yang dipantau oleh Jones Lang LaSalle masih stabil di kisaran positif. Hal tersebut justru mendorong kenaikan harga properti, dimana harga sewa ruang kantor Grade A di Central Bussines District (CBD) menunjukkan pertumbuhan yang paling tinggi.

 

Todd Lauchlan, Country Head Jones Lang LaSalle di Indonesia mengatakan bahwa, kondusifnya kondisi ekonomi dan bisnis, mendorong ekspansi perusahaan-perusahaan asing masuk Indonesia. Hal tersebut memberikan kontribusi besar khususnya bagi sektor perkantoran komersial dan apartemen sewa.

 

Berdasarkan survey Jones Lang LaSalle, penyerapan ruang kantor di daerah CBD sepanjang triwulan I 2012 mencapai sekitar 73,000 m2. Dibanding triwulan sebelumnya memang ada penurunan, akan tetapi penurunan ini lebih banyak disebabkan karena terbatasnya ruang berkualitas yang tersedia dipasar.

 

Lebih lanjut Todd menjelaskan, beberapa tahun terakhir, permintaan ruang kantor di daerah CBD terkonsentrasi di gedung-gedung Grade A yang menunjukkan tingginya minat akan ruang kantor berkualitas (flight-to-quality).

 

Gedung-gedung di area CBD

 

Akan tetapi seiring menipisnya ruang yang tersedia di segmen tersebut, tingkat penyerapannya menurun dimana hal tersebut menguntungkan gedung-gedung Grade B yang menikmati kelimpahan permintaan dari gedung-gedung Grade A.

 

Todd menambahkan, seiring kenaikan tingkat hunian, harga sewa ruang perkantoran di daerah CBD meningkat sebesar 5% tiap kuartalnya. Kenaikan tertinggi di capai oleh gedung-gedung Grade A yaitu sebesar 8% tiap kuartalnya.

 

Sementara itu, Angela Wibawa yang membawahi Project Leasing Jones Lang LaSalle mengatakan, tren yang sama juga terjadi di daerah Non-CBD. Permintaan justru meningkat sebesar 13% menjadi sekitar 40,000 m2.

 

Kontribusi terbesar berasal dari penyerapan ruang kantor di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Dalam hal pertumbuhan harga sewa. Angela menambahkan, kenaikan tertinggi terjadi di Jakarta Barat (6%) dan Jakarta Selatan (5%). Secara keseluruhan kenaikan harga sewa di daerah Non-CBD mencapai sekitar 4% tiap kuartalnya.

 

Dedy Mulyadi

Foto : Dedy Mulyadi

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me